Wednesday, April 30, 2008

info terbaru

http://info-ti-gratis.blogspot.com/

Strategy marketing AXIS

Bonus Pulsa Flexi Sepihak

Layanan Indosat Mengecewakan

Layanan telepon Internet

Hindari Razia, Omprengan Tabrak Polisi

Sony Ericsson Juga Urusi Dunia Olahraga

Undangan "Democrazy" untuk binusian dan alumni binus

Jadwal THOMAS Cup UBER Cup


April (7)
http://info-ti-gratis.blogspot.com/2008_04_01_archive.html

Undangan "Democrazy"
Jadwal THOMAS Cup UBER Cup
Sony Ericsson Juga Urusi Dunia Olahraga
Hindari Razia, Omprengan Tabrak Polisi
Layanan telepon Internet
Layanan Indosat Mengecewakan
Bonus Pulsa Flexi Sepihak

Monday, April 28, 2008

Parkir Liar

Mulai 1 Mei 2008, semua kendaraan yang diparkir di tepi jalan atau badan jalan akan dikunci oleh petugas. Kunci kendaraan diambil di Kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta setelah pemiliknya terlebih dahulu diperingatkan agar tidak memarkir ulang kendaraannya di jalanan.

Demikian ditegaskan Kepala Subdinas Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Hashim, Rabu (16/4) di Jakarta.

Menurut Riza, pihaknya tidak pernah berhenti melakukan penertiban parkir liar. Tindakan yang mereka lakukan mulai dari surat teguran, pencabutan trayek, hingga pengandangan kendaraan selama dua minggu hingga dua bulan. Belakangan ini penertiban kendur karena kami sedang konsentrasi pada penertiban jalur busway.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan, pihaknya tetap konsistensi meminta jajarannya untuk menertibkan terminal bayangan dan parkir liar. Penertiban parkir liar ini penting karena sangat mengganggu lalu lintas.

Pemprov perlu melakukan terapi kejut yang keras bagi pelanggar parkir. Di Boston, Amerika Serikat, kata Fauzi, mobil yang diparkir tidak pada tempatnya dikunci dan pemilik diharuskan mengambil mobil di lokasi yang sangat jauh.

AXIS / NTS / Lippo Telecom

AXIS / NTS / Lippo Telecom
Guys, Kartu AXIS uda mulai kluar. Uda ada di counter2 HP, uda ada yg jual.

http://www.axisworld.co.id/?m=home

PT Natrindo Telepon Seluler selaku pemegang brand AXIS merupakan operator penyedia layanan seluler GSM dan 3G di Indonesia yang menawarkan layanan komunikasi yang inovatif dan ekonomis. AXIS mulai beroperasi di Jawa dan Sumatera, dan saat ini sedang gencar mengembangkan jaringan 2G dan 3G-nya ke beberapa wilayah lain di Indonesia.

Logo AXIS mencerminkan aspirasi kami yang melambangkan kemajuan dan perubahan. Tekad kami adalah agar seluruh pelanggan dapat menikmati manfaat penuh dari layanan komunikasi bergerak untuk meningkatkan kinerja dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia: Saudi Telecom Company, penyedia layanan telekomunikasi nasional Arab Saudi; dan Maxis Communications Berhad, penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Malaysia. Kedua investor utama kami bertekad memberikan kontribusi penuh bagi pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia.

Di AXIS kami yakin bahwa yang terpenting bukan hanya "apa yang kami lakukan" tetapi juga "bagaimana kami melakukannya". Kami bertekad untuk selalu mengutamakan tanggung jawab dalam pekerjaan kami. Dimana pun berada, kami berkewajiban untuk menjalankan usaha dengan integritas, seperti yang tertera dalam Code of Conduct dan nilai-nilai perusahaan kami.

AXIS bangga menjadi sebuah korporasi yang bertanggung jawab. Tanggung jawab sosial perusahaan kami melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat luas dan komunitas setempat. Kami berkomitmen untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat dan mendukung cita-cita pemerintah untuk kemajuan industri telekomunikasi di Indonesia.

AXIS didukung oleh lebih dari 400 karyawan yang dipimpin oleh tim profesional yang berpengalaman. Keinginan kami adalah menjadi organisasi yang menarik dan dinamis. Organisasi yang menciptakan lingkungan kerja yang unik, memungkinkan profesional muda di dalamnya untuk mengembangkan diri dalam lingkungan yang mengutamakan gairah, inspirasi, akuntabilitas, kecepatan dalam bekerja, dan memiliki motivasi tinggi.
AXIS adalah brand dari PT Natrindo Telepon Seluler (NTS), sebuah operator seluler nasional berteknologi GSM dan 3G di Indonesia.
Pemegang saham utama AXIS adalah Saudi Telecom Company (51%) dan Maxis Communications (44%) sementara 5% sisanya dimiliki oleh perusahaan local.
Apa perbedaan AXIS dan NTS? AXIS merupakan identitas perusahaan yang baru, menggantikan NTS. Namun secara resmi, nama perusahaan tetap PT Natrindo Telepon Seluler.
Apakah visi dan misi AXIS yang tercermin pada Brand yang mewakilinya? Menyediakan layanan telekomunikasi bergerak yang mutakhir kepada pelanggan dengan memberikan penawaran terbaik sesuai dengan misi AXIS; Menyediakakan layanan telekomunikasi bergerak yang mutakhir, AXIS akan terus berupaya meningkatkan infrastrukturnya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggannya.
Apa kelebihan menggunakan AXIS dibandingkan dengan operator seluler lainnya? Melalui AXIS, kami menawarkan produk dan layanan yang menarik, inovatif, serta ekonomis untuk memenuhi kebutuhan komunikasi masyarakat Indonesia. Karena itu kami terus mengembangkan jangkauan layanan GSM dan teknologi 3G kami ke seluruh nusantara dalam upaya menyediakan layanan komunikasi terdepan dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Apakah AXIS sama dengan Lippo Telecom? Pada awalnya perusahaan beroperasi di wilayah Jawa Timur dengan nama Lippotel. Saat ini, identitas perusahaan yang baru adalah AXIS. Layanan yang diberikan lebih baik, jaringan lebih luas, dan tarif lebih hemat untuk sesama pengguna AXIS.
AXIS adalah operator telekomunikasi bergerak berbasis tekhnologi GSM 1800, menggunakan teknologi 3G.
Pengiriman SMS dapat dilakukan ke nomor GSM dan CDMA. Pastikan nomor SMS center kamu +628315000032.
Tarif:
ke sesama AXIS (lokal dan interlokal) 60/menit
ke operator lain lokal 600/menit dan interlokal 1200/menit
60/SMS
600/MMS
Gratis akses data: Nikmati terus layanan terbaik akses data AXIS. Dapatkan gratis 100 Mb/bulan hingga 31/05/08 dan pemakaian lebih dari 100Mb, hanya Rp 1/Kb. Tarif di hitung per 10 Kb. GPRS akan aktif dalam waktu 24 sejak panggilan pertama di lakukan.
  • * Semua tarif AXIS berlaku sejak pertama kali penggunaan
  • * Tarif berlaku sepanjang hari
  • * Tidak ada syarat dan ketentuan
  • * Tarif dihitung per 15 detik
  • * Tarif sudah termasuk PPN 10%
  • * Tarif internasional mengikuti sambungan internasional yang digunakan
DARI NOMOR AXIS
838 Bebas Pulsa

DARI TELEPON LAIN
021-52912838 (JAKARTA)
031-5341838 (SURABAYA)
022-4216838 (BANDUNG)
EMAIL ADDRESScs@axisworld.co.id

Gd. Citra Graha Lt. 2
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36
Jakarta 12950
Telp. No. 520 0088
Fax. No. 529 00388

Kualitas Motor Honda Revo

Kualitas Motor Honda Revo

baca: http://info-sepeda-motor.blogspot.com/

Mobil China

Mobil China
Perlu Waktu untuk Membangun Merek
Chery QQ
Artikel tentang mobil China di harian International Herald Tribune, 22 April 2008, di halaman 12, sangat menarik untuk dibaca. Alinea-alinea awal berisi percakapan antara seorang ibu yang ingin membeli mobil buatan China dan putrinya yang bersekolah di sekolah bisnis.

Irma Cortez, seorang pramuniaga produk pembersih di Ekuador, memerlukan sebuah mobil untuk mendukung pekerjaannya. Pilihannya jatuh pada Changhe, sebuah mobil mungil, yang harga jualnya 25 persen di bawah mobil-mobil sekelasnya.

”Putri saya mengatakan, ’Jangan membeli mobil China karena mereknya belum terkenal.’ Saya juga memiliki beberapa catatan mengenai kualitasnya, tetapi mempertimbangkan kemampuan ekonomi saya, keputusan untuk membeli mobil itu rasanya masuk akal,” papar Cortez.

Mobil-mobil buatan China yang sudah lebih dari satu tahun lalu lalang di ruas-ruas jalan kota Quito, Ekuador, dengan cepat tumbuh dan ikut serta menyumbat aliran lalu lintas di kota tersebut.

Namun, seperti juga Jepang dan Korea Selatan yang telah mendahuluinya, China pun mengalami kenyataan bahwa mereka harus lebih dulu memenangi hati konsumen dengan menawarkan harga yang murah, sebelum membangun reputasi mereknya.

”Orang banyak tidak mengetahui mobil-mobil ini, mereka hanya melihat mobil-mobil itu buatan China, dan berpikir mobil-mobil itu buruk atau jelek,” kata Rafael Bader, seorang direktur komersial di Cinascar, importir mobil China yang terbesar di Ekuador, Kolombia, dan Venezuela. ”Itu adalah kenyataan yang harus kami hadapi. Keragu-raguan terhadap kualitas mobil buatan China sulit untuk digoyah,” tambahnya.

Changhe Ideal, mobil yang dipertimbangkan oleh Irma Cortez, mempunyai beberapa cacat yang bahkan terlihat oleh mata orang awam. Cacat itu mulai dari logo, cat mobil yang pada beberapa sudut kurang rapi, sampai jarak antarpanel yang tidak sama. Namun, dengan harga setara dengan 8.000 dollar AS (sekitar Rp 72 juta), apa yang dapat Anda harapkan. Itu sebabnya perusahaan pembuat mobil China lebih mudah menjual mobil di negara berkembang, yang mempunyai standar keamanan (safety) dan standar emisi cenderung lebih rendah.

Memang tidak mudah untuk membangun reputasi merek, diperlukan waktu yang lama untuk itu. Perusahaan pembuat mobil Jepang dan Korea Selatan telah mengalami hal itu. Keadaan yang sama juga berlaku di Indonesia.

Perusahaan-perusahaan mobil Jepang, seperti Toyota, Nissan (Datsun), Honda, Mitsubishi, Mazda, dan Daihatsu, yang masuk ke Indonesia pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an mengalami hal itu. Pada tahun 1970-an, ketika pasar mobil Indonesia dikuasai oleh mobil-mobil buatan Amerika Serikat dan Eropa Barat, mobil-mobil buatan Jepang hanya dipandang sebelah mata. Pada masa itu bodi mobil Jepang tipis sehingga diejek berbodi kaleng kerupuk. Ejekan itu muncul untuk menggambarkan bahwa kualitas mobil Jepang tidak sebaik mobil Amerika Serikat atau mobil Eropa.

Harga jual yang murah tidak membuat mobil Jepang menjadi laku dijual, malahan dianggap sebagai pembenaran bahwa kualitasnya tidak sebaik mobil Amerika Serikat atau mobil Eropa. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, masyarakat akhirnya menerima bahwa mobil Jepang itu tidak kalah dibandingkan dengan mobil Amerika Serikat atau mobil Eropa.

Apalagi ketika bahan bakar minyak (BBM) sempat langka dan harganya meningkat, banyak orang yang menengok ke mobil-mobil Jepang, yang pada masa akhir tahun 1970-an dikenal irit BBM. Secara perlahan-lahan mobil-mobil Jepang mulai mendominasi pasar mobil Indonesia.

Perusahaan-perusahaan pembuat mobil Korea Selatan, seperti Hyundai dan KIA, pun mengalami hal yang lebih kurang sama. Mobil-mobil Korea Selatan, yang masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 1990-an, masih sulit menyaingi mobil-mobil Jepang yang sudah hadir 20 tahunan lebih dulu. Padahal dalam beberapa kasus, kualitas mobil Korea Selatan tidak kalah daripada pesaingnya dari Jepang, dijual dengan harga yang lebih murah. Memang pembeli mobil-mobil Korea Selatan bertambah dari tahun ke tahun, tetapi dari segi jumlah masih sangat jauh di bawah jumlah pembeli mobil Jepang.

Mobil China

Perusahaan pembuat mobil China pun mengalami masalah yang sama. Pada tahun 2006 salah satu mobil China, Chery QQ (baca: kiu-kiu), yang berkategori mobil kota (city car), memasuki pasar Indonesia. Chery QQ dijual pada kisaran harga Rp 75,9 juta sampai Rp 80,2 juta, di bawah harga pesaing-pesaingnya, yakni Chevrolet Spark yang dijual pada harga Rp 99 juta-Rp 109 juta, Hyundai Atoz (Rp 96,25 juta-Rp 118 juta), KIA Picanto (Rp 86,45 juta-Rp 123,8 juta), Proton Savvy (Rp 95 juta-Rp 107 juta), Subaru R1 Rp 155 juta dan Subaru R2 Rp 145 juta, serta Suzuki Karimun Estilo Rp 101,5 juta.

Dalam tahun 2007, Chery QQ terjual sekitar 800 unit. Dan, dalam tiga bulan pertama tahun 2008 (Januari sampai Maret), dari sebanyak 2.852 unit mobil kota yang terjual, Chery QQ menempati tempat ketiga dengan total penjualan sebanyak 175 unit. Urutan pertama ditempati oleh Suzuki Karimun Estilo yang dimasukkan dari India dengan penjualan sebanyak 2.048 unit dan diikuti oleh KIA Picanto dengan penjualan sebanyak 488 unit.

Di luar QQ, Chery juga hadir dengan sport utility vehicle (SUV), Tiggo 2.0. Chery Tiggo yang selintas mirip dengan Honda CRV lama itu diperkenalkan dalam Indonesian Internasional Motor Show 2007 dan dijual dengan harga Rp 147,5 juta. Dari segi harga, Chery Tiggo masuk ke dalam segmen yang ditempati Daihatsu Terios, Toyota Rush, dan Suzuki SX4. Namun, dari segi kapasitas mesinnya yang 2.0 Liter, Chery Tiggo masuk ke segmen yang ditempati oleh Chevrolet Captiva, Ford Escape, Honda CRV, Hyundai Tucson, KIA Sportage II, Mazda Tribute, Suzuki Grand Vitara, dan Nissan XTrail.

Dalam tiga bulan pertama 2008, Chery Tiggo hanya terjual sebanyak 50 unit. Jumlah itu sangat kecil bila dibandingkan dengan Daihatsu Terios (Rp 127 juta-Rp 164,5 juta) dan Toyota Rush (Rp 159,8 juta-Rp 183,8 juta) yang terjual di atas 3.000 unit. Demikian juga bila dibandingkan dengan Honda CRV (Rp 278 juta-Rp 306 juta) yang terjual sebanyak 5.715 unit.

Honda CRV diikuti oleh Suzuki Grand Vitara (Rp 206 juta-Rp 238 juta) dengan penjualan sebesar 1.785 unit, Nissan XTrail (Rp 240,5 juta-Rp 303 juta) sebanyak 503 unit, dan Chevrolet Captiva (Rp 262 juta-Rp 274,1 juta) sebanyak 333 unit.

Semua data di atas memperlihatkan bahwa harga murah saja tidak membuat sebuah mobil laku dijual, apalagi di Indonesia. Di Indonesia, murah dan bagus adalah dua kata yang bertentangan. Di negara ini murah selalu diartikan jelek, dan sebaliknya, bagus itu selalu berarti mahal. Oleh karena itu, jika ada mobil yang dijual dengan harga murah, konsumen enggan menengokkan kepalanya, apalagi membelinya.

Belum lagi, di Indonesia banyak orang yang membeli mobil dengan tujuan berinvestasi atau juga untuk menyimpan uang. Itu sebabnya di negara ini laris-tidaknya sebuah mobil sangat ditentukan oleh nilai harga jualnya kembali (resale value).

Khusus bagi mobil China, banyak yang harus dibuktikan jika ingin menapakkan kaki lebih dalam di pasar otomotif Indonesia, seperti apa yang telah dicapai oleh mobil Jepang. Hal-hal yang harus dibuktikan antara lain ketahanan mobil serta layanan purnajual dan ketersediaan suku cadangnya. Tanpa dapat membuktikan hal tersebut, sulit bagi mobil China untuk mendapatkan pembeli yang besar di negeri ini.

Semua itu memerlukan waktu karena waktulah yang akan membuktikan apakah mobil China itu tahan lama serta tentang layanan purnajual dan ketersediaan suku cadangnya.

Mobile Web

Ponsel Lokal Siap Hadapi Fenomena "Mobile Web"
Tampilan Web penuh yang diakses melalui PC ini hampir tidak mungkin dibuka menggunakan ponsel sederhana StarTech ST 88. Mesin pencari Google memformat menjadi versi mobile Web agar mudah dibuka melalui ponsel.

Perang tarif yang dilakukan operator seluler sejauh ini telah ditangkap sebagai peluang bisnis bagi pembuat telepon seluler kelas ekonomis. Misalnya saja dengan membuat ponsel dua ”IM Card”, apakah itu GSM-GSM atau GSM-CDMA, yang selanjutnya diharapkan pengguna lebih fleksibel memilih operator yang memberikan tarif kompetitif.

Tak mengherankan apabila belakangan bermunculan aneka ponsel dengan kartu ganda menyusul persaingan tarif ”gila-gilaan” yang dilakukan para operator seluler. Bahkan, bukan hanya ponsel yang dikategorikan sebagai ponsel murah seperti ponsel buatan China saja, melainkan juga termasuk vendor besar seperti Samsung masih ikut bermain memperebutkan ”remah-remah” ini.

Eforia ini semakin marak menyusul diturunkannya tarif interkoneksi, dan gejala ini sebenarnya lebih memperlihatkan betapa masih besarnya kebutuhan dasar berkomunikasi di negeri ini. Penggunaan sebagai akses ke dunia maya belum banyak dilirik meski sekarang sudah semakin banyak situs-situs yang menyediakan halaman khusus untuk ponsel.

Di tengah ingar-bingar persaingan ponsel dua kartu ini, Kompas melihat ada perkembangan yang menarik yang tidak dikira. Ternyata ponsel-ponsel dengan kategori murah itu di antaranya bisa digunakan untuk mengakses internet, terutama situs yang sudah diformat untuk kebutuhan ponsel.

Hadirnya ponsel yang dilengkapi fitur akses internet sangat tepat waktunya, terutama ketika pemain internet raksasa, seperti Microsoft, Yahoo, dan Google, sudah memulai terjun di lingkungan perangkat mobile. Dalam kesempatan ini Kompas mencoba produk lokal StarTech ST 88 yang merupakan ponsel dua kartu (GSM-CDMA) yang merupakan produksi lokal.

”Memang para teknisi kami sudah menyesuaikan dengan spesifikasi teknis operator di Indonesia sebelum meluncurkan produk kami sehingga memudahkan koneksi GPRS untuk akses ke internet,” kata Herman Janto, GM StarTech Mobile, dalam sebuah perbincangan belum lama ini. StarTech yang merupakan salah satu rancangan lokal yang dibuat pabrik di China berbekal pengalaman menangani produk ponsel besar.

Ponsel ST 88 merupakan produk dual SIM card ketiga setelah ST 57 dan ST 67 (keduanya GSM-GSM). Sepintas memperlihatkan bentuk yang menarik, dengan selempang warna merah marun metalik di sepanjang sisinya selain strip di bagian depan. Bentuk ini mengingatkan pada ponsel Nokia 5310 XpressMusic.

Menangkap fenomena

Memang tidak senyaman menggunakan PC atau notebook biasa dalam mengakses internet, tetapi sifat mobilitasnya memiliki keuntungan lain yang tidak pernah ada sebelumnya. Bahkan, tidak perlu serepot menghidupkan PC, ponsel yang selalu dalam kondisi hidup ini bisa mengakses internet kapan saja, ketika sedang bepergian tidak perlu repot membawa notebook atau mencari warnet.

Yang menarik terutama karena tidak memerlukan penyetelan yang rumit, cukup dengan memilih profil sesuai dengan operator yang digunakan. Untuk mengakses internet, ponsel ini rupanya hanya pada kartu di slot pertama (GSM), di mana untuk profil sudah disediakan setidaknya tiga operator dalam negeri yang bisa dipilih, T-Sel GPRS, XL GPRS, dan SAT GPRS.

Selanjutnya tinggal mengeklik ikon bola dunia pada menu, pilih WAP, lalu klik ’Masukkan Alamat’, sama seperti memasukkan alamat pada komputer biasa. Misalnya membuka situs populair http://www.google.com/ atau http://www.yahoo.com/ secara otomatis alamat akan dipindahkan ke http://id.m.yahoo.com/ atau http://www.google.co.id/m untuk versi ponsel.

Selama ini mengakses internet dengan koneksi GPRS memang hampir selalu membuat orang frustrasi, tetapi dengan format mobile Web memberikan harapan baru bagi ponsel. Meskipun saat ini perkembangannya masih awal, boleh dibilang sudah cukup fenomenal untuk sebuah cara baru mengakses internet bergerak.

Apalagi kedua situs besar di atas, yang juga terkenal dengan mesin pencarinya itu, sekarang tengah bersaing keras, masing- masing dengan versi mobile-nya. Selain itu, peran operator yang meng-upgrade jaringan mempermudah akses ke internet.

Pada Yahoo! Front Page selain difasilitasi dengan mesin pencari oneSearch, yang menarik adalah adanya fasilitas Mail, selain Messenger dan upgrade ke Y!Go. Meskipun untuk pilihan yang terakhir masih sulit dilakukan download melalui ponsel ini, itu tidak semudah ketika menggunakan komputer atau PDA biasa.

Namun, bagi yang memiliki email di Yahoo akan sangat terbantu, membuka email menjadi sangat mudah dan bisa dilakukan dari mana pun sepanjang masih terjangkau jaringan GPRS. Kelemahan pada versi beta ini terutama tidak bisa memotong atau menghilangkan surat yang di-replay dan tidak bisa mengganti subyek.

Selain itu, mengetik dengan ponsel juga masalah tersendiri, terutama untuk mengetik tulisan panjang. Tak heran apabila penggunaan ponsel untuk menulis email akan memunculkan kecenderungan baru yang mungkin lebih tepat disebut ’email SMS’ yang dalam komunikasi milling list cara mengetik oneliner masih diharamkan.

Sementara itu, untuk versi mobile Google lebih menonjol pada fungsi mesin pencarinya yang sudah menggunakan petunjuk pencarian dalam berbagai bahasa Indonesia, bahkan boso Jowo. Pada pencarian Google Mobile Web otomatis akan menampilkan halaman situs yang sudah dirancang untuk ponsel seperti apa adanya.

Namun, apabila menemukan situs yang belum diformat untuk kebutuhan ponsel, Google akan memformat untuk bisa ditampilkan pada ponsel. Pada proses ini Google akan menganalisis kode HTML asli untuk memahami tata letak pada situs aslinya sehingga pas untuk kebutuhan layar sempit.

Dalam hal ini ST 88 yang hampir tidak mungkin digunakan mengakses halaman kompas.com secara utuh, yang besarnya sekitar 260 kB itu ternyata dengan mudah bisa membuka halaman depan situs berita itu pada versi mobile Web untuk ponsel yang besarnya hanya sekitar 25 kB. Meski belum ada versi mobile Web, itu bisa disiasati dengan menggunakan mesin pencari Google, di mana tampilan kompas.com akan berubah sesuai dengan format ponsel.

Pada mesin pencari ketik ”kompas.com” akan ditemukan ribuan informasi terkait kata Kompas yang tidak semuanya bisa mengantarkan ke alamat yang dituju. Memang tidak mudah mencari informasi yang sesuai kalau harus membuka satu per satu, dari percobaan ini ditemukan alamat yang tepat pada situs ”kompas.com-Site Information from Alexa”. Jika pada informasi keempat ini diklik, selanjutnya klik pada tulisan ”Kompas.com– KOMPAS.COM” atau di bawahnya ”kompas.com”, maka halaman pertama kompas.com sudah diubah oleh mesin Google menjadi versi ponsel.

Berbeda dengan versi wap yang hanya dalam bentuk tulisan (kurang dari 1 kB), versi Web bergerak ini lebih lengkap dan foto tidak hilang. Hanya memang berita terkini tidak ditampilkan paling atas, kemungkinan pemformatan dilakukan dari sisi kiri, tengah, dan kanan. Pada versi BlackBerry menyediakan pilihan pemformatan, apakah dari tengah atau samping.

Meski demikian, fenomena mobile Web ini, bagaimanapun, akan menjadi terobosan dan sekaligus tantangan bagi teknologi seperti push email yang sebelumnya menjadi dambaan bagi email bergerak. Membuat atau membaca email menjadi semudah memb3uat dan membaca SMS yang selama ini menjadi semboyan bagi layanan, seperti BlackBerry sekarang sudah bisa dilakukan melalui mobile Web.
AW Subarkah

Tim Pemburu Hantu

http://tv.kompas.com/berita/hukum/tim_pemburu_hantu_beraksi_di_mahkamah_agung.html

Tim Pemburu Hantu beraksi di Mahkamah Agung, Jakarta Jum'at siang (25/04). Namun, aksi ini bukan dalam rangka mengusir hantu-hantu di Mahkamah Agung, melainkan aksi demo untuk meminta MA mendukung gerakan anti korupsi.

Aksi ini digelar oleh puluhan massa yang menamakan dirinya Aliansi Penyelamat Mahkamah Agung. Dalam keterangan tertulisnya para pengunjuk rasa meminta MA untuk tidak berlaku arogan.

Sebagai sebuah lembaga tinggi negara yang berkuasa untuk membantu pemberantasan korupsi, MA seharusnya mau mendukung gerakan anti korupsi. Bukannya malah menolak eksistensi pengawas internal MA seperti Komisi Yudisial dan KPK, menolak kehadiran tipikor, menolak hakim ad hock anti korupsi dan menolak diaudit.

MA malah terlihat berbuat menentang gerakan anti korupsi dengan memperpanjang masa pensiun Hakim Agung di MA tanpa alasan yang jelas.

Jangan Sembarangan Pasang Lagu di Situs Anda!

Jangan Sembarangan Pasang Lagu di Situs Anda!

Bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan lagu dalam bentuk Motion Picture Expert Group Layer 3 (MP3) melalui internet. Berbagai situs atau bahkan weblog pribadi banyak yang mencantumkan lagu-lagu, yang dengan mudahnya diunduh oleh para user. Hati-hati, mencantumkan lagu dalam format MP3 tersebut di situs atau blog Anda bisa dikategorikan sebagai pelanggaran pidana. Tuduhannya, Anda telah menyebarluaskan lagu tersebut secara ilegal, tanpa izin sang pemilik hak.

"Bisa dipidana, orang yang turut serta hingga memungkinkan adanya pelanggaran pidana. Misal, ada server yang menaruh lagu dan disimpan di servernya sama dia, orang ambil dari dia. Dia sudah mengambil kepentingan ekonomi dari situ. Iya dong, user banyak, imbasnya banyak yang pasang iklan. Ada kasus Napster yang pernah terjadi, langsung di shut down. Jelas salahnya kan, kalo punya situs, kita pasang punya orang lain, kita punya otorisasi apa pasang karya orang lain? Kalo punya otorisasi berarti dengan hak, kalo nggak salah dong," kata Staff Ahli Bidang Hukum Depkominfo, Edmon Makarim, dalam diskusi di Depkumham, Jakarta, Jumat (25/4).

Ditegaskan Edmon, mengunduh untuk kepentingan pribadi tidak bisa dijerat sebagai pelanggaran hukum. Namun, jika disebarluaskan hingga menyebabkan terjadinya penggandaan, hal itulah yang bisa dikaitkan dengan tindak pidana. "Pokoknya kalau men-download nggak, tapi yang menyebarluaskan. Punya lagu, perbanyak untuk diri sendiri boleh. Kalo punya situs pribadi, yang dicantumin ya koleksi sendiri aja," katanya.

Ada upaya preventif yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi penggandaan karya yang merugikan para pekerja kreatif tersebut. "Misalnya ada Digital Rights Management, dengan sistem ini akan ada statistik. Seperti pola RBT (Ring Back Tone). Saya punya statistik, saya yang bayar. Download di situs asing itu, ada statistiknya berapa user-nya, tinggal lapor ke produser. Nah, RBT kan juga gitu. User bayar ke provider nanti provider memberikan royalti ke artis atau pencipta lagunya," tambah Edmon.

Mudahnya menggandakan dan menyebarluaskan lagu dalam format MP3, dinilai sebagai sesuatu yang mematikan para pekerja seni. Ia menyadari bahwa dengan perkembangan teknologi saat ini, sistem kontrol yang dilakukan tidak berjalan. "Kalau perbandingannya itu, 1 banding 18. Satu karya asli, bajakannya 18 sampai 20. Tapi kerugian terbesar matinya budaya kreatif di Indonesia," kata Ketua Umum Persatuan Artis Pencipta lagu dan Perusahaan Rekaman Indonesia (PAPPRI), Dharma Oratmangun.Dharma, yang juga produser Album 'Rinduku Padamu' karya Presiden SBY.

Ia juga mengaku terkejut dengan beredarnya lagu-lagu di album Presiden tersebut dalam bentuk MP3. "Saya sudah lapor Presiden, makanya saya berharap bisa segera ditindaklanjuti. Kalau punya Presiden saja tidak bisa dilindungi, apalagi yang lain?," ujarnya.

SEKOLAH GRATIS UNTUK MASYARAKAT MISKIN

SEKOLAH GRATIS UNTUK MASYARAKAT MISKIN
Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur max 18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan.
Dapat menghubungi:
Ibu Ade
Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta12770
Telp. 021 799 0412
HP. 0856 9150 0258
Untuk selanjutnya akan disurvei. Jika tidak ada halangan tahun ini akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan khusus untuk anak miskindan dari golongan tidak mampu.

INFORMASI PEMBLOKIRAN

INFORMASI PEMBLOKIRAN
08 April 2008 09:10:28 ( Sys Admin TSDC )

Untuk saat ini situs-situs dan blog kami blokir atas permintaan Menteri Komunikasi dan Informasi No.84/M.KOMINFO/04/08 tanggal 2 April 2008. Situs dan blog yang ditutup:
  • * Youtube
  • * MySpace
  • * Metacafe
  • * Rapidshare
  • * Multiply
  • * Liveleak
  • * Themoviefitna.com

    Situs-situs dan blog tersebut tidak akan bisa diakses hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

    Terimakasih

    PT Telkom Indonesia Tbk.

Penting Debat

Penting Debat

Memang bahasa hukum tidak akan pernah memuaskan pihak mana saja, terkait pengembangan teknologi komunikasi informasi.

Karena itu, agak mengherankan juga kalau pejabat yang bertanggung jawab terhadap persoalan kemajuan teknologi komunikasi informasi, seperti Dirjen Postel, melihat perdebatan tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagai tidak produktif, di tengah-tengah kerisauan berbagai pihak, yang melihatnya sebagai bentuk pengekangan terhadap isi yang ada dalam berbagai situs internet. Berbagai pihak itu mulai dari pers, pebinis jejaring internet, sampai masyarakat prodemokrasi,

Sekali lagi ingin kita ingatkan bahwa kita menyambut dan menyongsong kehadiran UU ITE sehingga tingkat kehidupan digital kita bisa terus dikembangkan menuju tahapan yang lebih canggih, menghasilkan masyarakat yang produktif, efisien, efektif untuk memberikan makna dan arti dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara.

Yang diperdebatkan dan menjadi kerisauan kita semua adalah upaya menjadikan UU ITE sebagai perkakas pemerintah untuk menghambat kebebasan berpendapat, berekspresi, dan kebebasan lainnya yang mengikuti asas kita berdemokrasi. Jejaring internet adalah lahan dan tempat ekspresi demokrasi itu berkembang dan dikembangkan.

Kita berharap kehadiran UU ITE mampu menanggulangi penyebaran pembajakan karya kekayaan intelektual, baik berupa video, musik, maupun perangkat lunak yang tersebar di berbagai mal perbelanjaan tanpa bisa dikendalikan aparat hukum yang memiliki segudang peraturan untuk membenahinya.

Kita berharap UU ITE juga memberikan pilihan baru bagi kita untuk melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Umum 2009, memanfaatkan jejaring internet sebagai sarana untuk berkampanye, memperkenalkan program kesejahteraan dan mencerdaskan rakyat, serta janji-janji politik lain secara bebas.

Perdebatan tidak produktif tentang UU ITE ini menjadi penting untuk memberikan makna dan arah jalannya undang-undang yang dianggap oleh berbagai kelompok media massa dan pebisnis jejaring internet sebagai upaya lama melakukan sensor terhadap rakyat dalam kemasan baru atas nama teknologi komunikasi informasi.

Perdebatan ini menjadi penting di tengah kegalauan kita menghadapi persoalan korupsi, ketidakmampuan aparat pemerintahan, serta bungkamnya Dewan Teknologi Komunikasi Informasi Nasional tentang kehadiran UU ITE. Kalau kita berhenti berdebat, mungkin benar salah satu pelesetan di jejaring chatting Yahoo Messenger tentang NKRI yang menjadi, ”Negara Kok Republik Indonesia?”

10 Tips Aman Naik Taksi

10 Tips Aman Naik Taksi

Salah satu alasan orang menggunakan taksi adalah karena armada ini lebih aman dibandingkan angkutan umum yang lain. Namun, maraknya tindak kejahatan di dalam taksi belakangan ini membuat mereka ciut nyali. Trauma didapat, impian mendapatkan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan pun lenyap. Berikut ini tips naik taksi yang aman:
  1. Pesan taksi melalui telepon, dengan demikian ada catatan pesanan di perusahaan taksi tersebut.
  2. Pilih armada taksi yang memiliki nomor pemesanan serta layanan pengaduan. Hal ini untuk memastikan kredibilitas taksi tersebut dan mempermudah untuk melakukan pengaduan.
  3. Mencari taksi langsung ke pangkalan resminya, misalnya hotel atau pusat perbelanjaan.
  4. Bila terpaksa mencari taksi di jalan, sebaiknya memilih armada taksi yang sudah dikenal. Jangan menyetop taksi hanya karena melihat warnanya saja, lihat dengan seksama logo dan nama perusahaan.
  5. Pastikan menunggu taksi di tempat yang ramai dan berpenerangan baik, jika menunggu taksi di malam hari.
  6. Perhatikan ciri khas armada taksi, seperti nomor lambung dan pelat nomor kendaraan.
  7. Setelah masuk, perhatikan apakah di dalam taksi terdapat ciri-ciri khas taksi pada umumnya.
  8. Periksa apakah foto di kartu pengenal pengemudi sama dengan wajah pengemudinya. Periksa pula apakah stiker nomor lambung yang tertera di dalam sama dengan nomor lambung di bagian luar.
  9. Bila menaiki taksi dari kantor, minta petugas keamanan mencatat jenis dan nomor lambung taksi.
  10. Bila menyetop taksi di jalan, informasikan kepada teman atau saudara jenis taksi yang digunakan beserta nomor lambungnya.

Game GTAIV

GTAIV: Game Termahal Tahun Ini

Penyuka game video Grand Theft Auto pasti sudah menanti-nantikan kehadiran rilis terbaru ini. Sabar, situs game Grand Theft Auto IV (GTAIV) akan hadir sebentar lagi.
Dikabarkan oleh psextreme.com, GTAIV akan menjadi rilis terakbar tahun ini. Selain itu, menurut TimesOnline, game yang akan tersedia dengan versi PlayStation3 dan Xbox 360 tersebut adalah game termahal yang pernah dibuat dalam sejarah game.

Salah satu produser GTAIV, Leslie Benzies, memperkirakan biaya total untuk membuat GTAIV berada di kisaran US$ 100 juta. “Seperti menyatukan produksi teater, beberapa film, dan sebuah album dalam satu paket,” katanya. Tingginya biaya produksi itu antara lain akibat banyaknya orang lebih dari 1000 orang yang terlibat dalam pengembangan game tersebut.

Nah, kita tunggu saja sebagus apa episode keempat dari serial populer drama kriminal Grand Theft Auto ini. Sementara itu, para analis berharap penjualan game dalam minggu pertamanya nanti akan mengeruk lebih dari US$ 400 juta.

Monday, April 21, 2008

Tarif Internet Segera Turun

Tarif Internet Segera Turun

Berita menggembirakan untuk Anda yang gemar berselancar di dunia maya. Tarif internet akan turun karena PT Telkom menurunkan tarif sewa jaringan tergantung jarak. Sewa jaringan untuk jarak 5-20 kilometer turun 81 persen menjadi Rp 2,45 juta per bulan. Untuk 25-100 km menjadi Rp 6,9 juta atau turun 47 hingga 83 persen. Sedang jarak 150-220 km, sewa jaringan turun 79 persen menjadi Rp 8,6 juta.

Masyarakat baru bisa merasakan tarif internet murah tiga bulan ke depan (Juli 2008) karena kontrak sewa jaringan penyedia internet baru selesai pada waktu itu. Pemerintah berharap penyedia layanan internet segera menurunkan tarif sehingga jumlah pengguna internet meningkat.

Selama ini internet masih menjadi barang mahal di Indonesia sehingga jumlah penggunanya sangat kecil. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan sampai akhir 2007, pelanggan internet di Indonesia hanya 2 juta dari 25 juta pengguna. Jumlah itu sangat kecil dibanding Cina yang pengguna internetnya sudah mencapai 220 juta orang.


(Jan-Mar 2008) (apr-jun 2008) (Juli-sep 2008) (okt-des 2008)
Bener ga tuh? ntar kaya tarif telp ga? ampe skrg 21 April 2008 lom semua turun
cuma telkomsel aja yg tepat waktu turun 1 April 2008 yg lalu, telkomsel bukan telkom
Bagaimana dengan yang lain?

Gerbong Khusus Wanita

Menunggu Gerbong Khusus Wanita

Berdiri, berdesak-desakan. Bagian tubuh tersentuh lelaki tak dikenal. Itulah yang sehari-hari dialami kaum perempuan ketika naik angkutan massal seperti keret listrik di Jakarta dan sekitarnya. Falsafah siapa cepat dia dapat tampaknya berlaku mutlak di KRL. Tak peduli perempuan atau laki-laki.

Peringatan Hari Kartini pada 21 April ini harusnya jadi sesuatu yang berbeda bagi kaum Hawa di kawasan KRL. PT Kereta Apai Indonesia sebetulnya mengimbau para lelaki untuk sehari ini saja memberikan tempat duduk bagi wanita. Tapi nyatanya, tetap saja para lelaki belum mau memberikan tempat duduknya bagi perempuan.

Tujuan lebih ideal sebenarnya menyediakan gerbong khusus untuk wanita. Tapi sampai sekarang belum terealisasi. Banyaknya jumlah penumpang KRL membuat sulit pengkhususan gerbong bagi perempuan. Terbukti, di Hari Kartini saja kaum lelaki mau mengalah.
Gimana bisa kalau gerbong KA masih kurang?
misal suami-istri naik KA, apa mereka harus dipisah? kalau gerbongnya sebelahan gpp sih, tp kalau jauh gimana? nah kalau anak wanita dengan bapanya atau anak laki-laki dengan ibunya gimana juga? bisa hilang anak tuh.

premium naik Rp.4.500/lt - rp.5.000/lt

Karena minyak mentah $117/barel, maka kemungkinan BBM subsidi akan naik.
premium naik Rp.4.500/lt - rp.5.000/lt (baru rencana)
ya klo naik segitu gpp, asal jangan lebih dari Rp.500,-/liter
hidup sudah sulit, pemerintah juga sulit karena BBM subsidi juga dipake sama orang2 kaya.
usul nih: gimana kalo mobil pribadi plat hitam n mobil pemerintah plat merah ga boleh beli BBM subsidi.

Pusat Krisis Terpadu RS. Cipto Mangukusumo

CRANIOMAXILLOFACIAL CENTER
RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO - FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA MENGADAKAN OPERASI SUMBING BIBIR DAN SUMBING LANGIT-LANGIT SECARA GRATIS BAGI MASYARAKAT INDONESIA YANG KURANG MAMPU.
BAGI PASIEN YANG INGIN MENDAFTAR HARAP MEMBAWA SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU DARI RT/RW SETEMPAT.
PENDAFTARAAN:
HUBUNGI Sdri. DINA
TELP (021) 3918337
PUKUL 08.00-15.00 WIB.
TEMPAT PELAKSANAAN:
RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO - DIVISI BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI
JL. DIPONEGORO NO. 71 JAKARTA PUSAT

Ayo Bantu Pusat Krisis Terpadu RS. Cipto Mangukusumo untuk Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

âNy.Ita (31 thn, bukan nama sebenarnya) datang ke Pusat Krisis Terpadu RS.Cipto Mangukusumo. Dia luka kepalanya sampai berdarah-darah akibat dipukul dengan palu besi oleh suaminya.Dia datang ke PKT RSCM untuk mendapatkan pertolongan medis dan psikologis. Dia juga minta diobati anusnya karena suaminya yang juga pelaku kekerasan sering memaksanya melakukan anal seks, sehingga membuat anusnya terasa perih karena terdapat luka lecet.

Pelaku kekerasan itu tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri sebut saja Tn.Tio (31 Thn, bukan nama sebenarnya). Ini bukan kejadian yang pertama, korban sering kali dipukul dan dianiaya pelaku karena hal-hal sepele saja.Misalnya belum menyiapkan sendok dan garpu ketika pelaku mau makan. Bukan itu saja kata-kata penghinaan sering kali keluar dari mulut pelaku. Bahkan diperparah lagi pelaku sering menghabiskan penghasilan korban dan hanya memberi nafkah semaunya sajaâ....

Cerita diatas bukanlah sepenggal cerita sinetron atau khayalan saja. Itu benar-benar terjadi. Korbannya datang ke Pusat Krisis Terpadu RS.Cipto Mangunkusumo (PKT-RSCM) guna meminta bantuan pemulihan dari sakit fisiknya dan trauma psikologisnya. Bahkan PKT RSCM pernah harus mengoperasi mata seorang ibu rumah tangga sebut saja Ny.Dewi (25 thn,bukan nama sebenarnya) karena ditusuk dengan gunting oleh suaminya. Sehingga PKT harus segera mengoperasi mata Ny.Dewi untuk menghindari infeksi. Selain itu PKT harus menyediakan rumah aman (shelter) untuk Ny.Dewi karena yang bersangkutan saat itu sedang hamil 5 bulan, dan tidak mempunyai sanak saudara di Jakarta, dia ada di rumah aman (shelter) sampai melahirkan.

Beruntung bagi Ny Ita dan Ny.Dewi karena keberadaan PKT RSCM ini. Selain mereka dapat pemulihan fisik dari luka-luka pada tubuhnya secara gratis juga sekaligus mendapatkan pendampingan psikologis dari pekerja sosial dan psikolog di PKT RSCM.

Sejak berdiri tahun 2000 silam PKT RSCM sudah melayani 4511 orang perempuan dan anak korban kekerasan. Berarti rata-rata tiap tahun PKT RSCM melayani 600 kasus atau 2 orang sehari. Sebagian besar dari mereka membutuhkan bantuan kesehatan akibat luka-luka fisik pada tubuhnya yang ditanggani oleh para dokter dan juga penanganan psikologis dari pekerja sosial/psikolog yang bekerja di PKT RSCM tersebut.

Tapi apa yang terjadi? Pemerintah dan DPR belum juga menunjukan keberpihakannya pada perempuan dan anak korban kekerasan. Meskipun Negara sudah mengeluarkan UU No.23 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Tetapi Negara lupa bahwa korban memerlukan proses pemulihan luka fisik dan psikis serta keterlantaran ekonomi. Sehingga tidak terdapat anggaran untuk pelaksanaan pemulihan itu baik di APBD/APBN dan anggaran di Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, dan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan. Akibatnya sungguh memilukan, PKT RSCM berjalan terseok-seok karena tidak adanya dana operasional atau dana untuk membiayai pengobatan secara gratis untuk para perempuan dan anak korban kekerasan.Bahkan karena ketidaktersediaan dana PKT RSCM ini terancam ditutup 6 bulan ke depan.Kenyataan yang sungguh menyedihkan dan memilukan.

Untuk itu kami memohon dan mengajak kepada Bpk / Ibu sekalian untuk memberikan sumbangan/bantuan/zakat maal/infaq/shadaqoh agar tetap PKT RSCM ini bisa berjalan menerima,mengobati,dan memulihkan perempuan dan anak korban kekerasan. Sambil kami melakukan upaya advokasi kebijakan kepada pemerintah agar ada alokasi dana khusus bagi keberadaan PKT-RSCM ini didalam APBD/APBN atau anggaran di Departemen Kesehatan, Departemen Sosial dan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan.

Untuk itu mohon kiranya bantuan tersebut dapat Bpk / Ibu transfer ke rekening Pusat Krisis Terpadu di Bank Mandiri Cabang RSCM dengan no.rekening: 122-00-0002497-9.

Berapapun jumlah bantuan Bpk / Ibu tentu sangat berarti bagi para perempuan dan anak korban kekerasan. Semoga amal baik Bpk / Ibu mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.Amin.Bantuan dana itu akan sangat berarti untuk biaya operasional PKT RSCM agar tidak jadi ditutup 6 bulan lagi.

Apabila Bpk / Ibu ingin menjadi donatur tetap untuk PKT RSCM tersebut silahkan hubungi kami di email: titiana.adinda@gmail.com HP: 0815 160 9391 (dengan Dinda). Laporan pertanggungjawaban dana bantuan ini akan kami sebarkan di milis/email ini setiap 3 bulan sekali.

Atas perhatian Bpk / Ibu sekalian kami ucapkan terima kasih. Bantuan Bpk / Ibu sangat berarti bagi proses pemulihan perempuan dan anak korban kekerasan.

Hapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak !

No.Rekening PKT RS.Cipto Mangukusumo (Pusat Krisis Terpadu untuk perempuan dan anak korban kekerasan).

Nama pemilik rekening: Pusat Krisis Terpadu

Bank: Bank Mandiri

Cabang : RS.Cipto Mangukusumo

No.Rekening: 122-00-0002497-9

Atas bantuan Bpk/Ibu kami ucapkan terima kasih. Semoga Yang Kuasa membalasnya dengan balasan yang terbaik. Bantuan Bpk/Ibu sangat berarti dalam proses pemulihan perempuan dan anak korban kekerasan.

Terima Kasih.

Hormat Kami,

dr.Mutia Prayanti, SPOG Titiana Adinda/Dinda

Direktur PKT RSCM Relawan Fundraising PKT RSCM

razia microsoft

bagi yg berkantor dijakarta hati-hati... ya
dari hari selasa 15/4 kemarin kantor yg di daerah kebon jeruk ada razia microsoft, banyak kantor disana yg ketangkep...

tolong diinfo ke yg lain

Wednesday, April 16, 2008

Indosat Turun 73%

Indosat Turunkan Tarif Dasar Telepon Hingga 73%

Indosat akhirnya merilis paket kebijakan penurunan tarif dasar baru untuk seluruh jenis layanan teleponnya. Penurunannya pun diklaim signifikan hingga 73%.

Direktur Pemasaran Indosat Guntur S Siboro mengatakan, penurunan yang mulai berlaku efektif hari ini, Kamis (10/4/2008), mencakup layanan seluler Mentari, Matrix, IM3 dan jaringan tetap StarOne dan I-Phone.

"Penurunan ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberikan manfaat yang lebih dari yang diharapkan oleh masyarakat dan pelanggan melalui tarif telekomunikasi yang semakin murah dan terjangkau," kata dia dalam keterangannya, Kamis (10/4/2008).

Penurunan tarif meliputi percakapan suara maupun pesan singkat (SMS) baik antarsesama pelanggan Indosat (on-net) maupun pelanggan operator lain (off-net).

Lintas operator

Kata Guntur, penurunan cukup signifikan terjadi pada percakapan off-net lintas operator seluler yang mencapai kisaran antara 3% hingga 63% dari tarif dasar yang lama. "Tarif dasar layanan prabayar Mentari secara umum mengalami penurunan antara 6,7% sampai 45,3%," ujarnya.

Untuk percakapan jarak jauh ke selular operator lain dari Rp 1600 per 30 detik menjadi Rp 875 per 30 detik. Percakapan lokal Mentari ke tujuan PSTN turun dari Rp 450 per 30 detik menjadi Rp 400 per 30 detik dan percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp 1600 per 30 detik menjadi Rp 875 per 30 detik.

Khusus tarif SMS Mentari ke sesama pelanggan Indosat turun dari Rp 350 menjadi Rp 99. Sedangkan ke seluler operator lain turun dari Rp 350 menjadi Rp 149. Sementara untuk tarif dasar layanan prabayar IM3, mengalami penurunan antara 3,1% hingga 71,4%.

Di samping penurunan tarif, juga dilakukan perubahan pemotongan tarif dari per 30 detik menjadi per detik. Penurunan cukup signifikan terjadi pada percakapan jarak jauh ke seluler operator lain dari Rp 2000 per 30 detik (Rp 66,7 per detik) menjadi Rp 25 per detik.

Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp.1750 per 30 detik(Rp 58,3 per detik) menjadi Rp 25 per detik. Khusus SMS IM3, untuk tarif ke sesama Indosat turun dari Rp 150 menjadi Rp 100. Sedangkan ke operator lain dari Rp 350 menjadi Rp 100.

Sedangkan untuk layanan StarOne, tarif baru sudah tidak mengenal tarif off peak (tidak sibuk) dan peak (sibuk). Rata-rata turun antara 3,8% sampai 71,4%. Khusus SMS StarOne prabayar ke sesama Indosat turun dari Rp 350 menjadi Rp 100, dan ke operator lain turun dari Rp 350 menjadi Rp 150.

Tarif SMS StarOne pascabayar ke sesama Indosat turun dari Rp 225 menjadi Rp 100 dan ke operator lain turun dari Rp 225 menjadi Rp 150. Sementara, layanan I-Phone untuk semua jenis percakapan lokal turun antara 5,5% hingga 43,6%.
Telat turunnya seharusnya kan Tgl 1 April 2008
telat 14 hari untuk Matrix, StarOne dan Indosat Phone, seharusnya turun 90%
Bagaimana menurut Anda?

PT Indosat Tbk mengumumkan kebijakan tarif dasar yang baru untuk seluruh layanannya dan hampir semua layanan Indosat mengalami penurunan cukup signifikan hingga 73 persen, baik untuk layanan seluler (Mentari, Matrix, IM3) dan jaringan tetap (StarOne dan Indosat Phone), yang mulai berlaku efektif sejak Kamis, 10 April 2008 untuk IM3 dan Mentari, serta tanggal 14 April 2008 untuk Matrix, StarOne dan Indosat Phone.

"Kebijakan tarif baru berupa penurunan di hampir semua layanan Indosat ini, selain merupakan komitmen kami dalam mendukung kebijakan tentang pentarifan dari pemerintah, juga merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberikan manfaat yang lebih dari yang diharapkan oleh masyarakat dan pelanggan melalui tarif telekomunikasi yang semakin murah dan terjangkau," demikian disampaikan Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Indosat di Jakarta, Kamis (10/4).

Penurunan tarif meliputi percakapan maupun SMS baik antara pengguna Indosat (on net) maupun dengan pengguna operator lain (off net). Penurunan cukup signifikan terjadi pada percakapan off net dari selular yang mencapai kisaran antara 3-63 persen dari tarif dasar yang lama.

Tarif dasar layanan prabayar Mentari secara umum mengalami penurunan antara 6,7-45,3 persen. Untuk percakapan jarak jauh ke selular operator lain dari Rp 1.600/30 detik menjadi Rp 875/30 detik. Percakapan lokal Mentari ke tujuan PSTN turun dari Rp 450/30 detik menjadi Rp 400/30 detik dan percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp 1600/30 detik menjadi Rp 875/30 detik. Khusus tarif SMS Mentari ke sesama pelanggan Indosat turun dari Rp 350 menjadi Rp 99, ke selular operator lain turun dari Rp 350 menjadi Rp 149.

Sementara untuk tarif dasar layanan prabayar IM3, mengalami penurunan antara 3,1-71,4 persen. Di samping penurunan tarif, juga dilakukan perubahan pemotongan tarif dari per 30 detik menjadi per detik. Penurunan cukup signifikan terjadi pada percakapan jarak jauh ke selular operator lain dari Rp 2000/30 detik (Rp 66,7/detik) menjadi Rp 25/detik. Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp 1750/30 detik (Rp 58,3/detik) menjadi Rp 25/detik. Khusus tarif SMS IM3,

Indosat menurunkan cukup signifikan, untuk ke sesama Indosat turun dari Rp 150 menjadi Rp 100, ke operator lain dari Rp 350 menjadi Rp 100. "Khusus untuk layanan paskabayar Matrix, Indosat juga menurunkan tarif sangat signifikan untuk hampir semua jenis percakapan. Dengan demikian pelanggan paskabayar juga dapat menikmati tarif yang cukup kompetitif, bahkan relatif murah, termasuk untuk tarif SMS," jelas Guntur.

Khusus untuk tarif dasar layanan paskabayar Matrix, turun antara 1,7-72,8 persen. Percakapan lokal ke selular operator lain turun dari Rp 258 hingga Rp 313/20 detik menjadi Rp 185/15 detik, sementara percakapan jarak jauh ke seluler operator lain turun dari Rp 244 hingga Rp 771/15 detik menjadi hanya Rp 300/15 detik. Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN tertinggi turun dari Rp 669/15 detik menjadi Rp 300/15 detik. Untuk tarif SMS ke sesama Indosat turun dari Rp 300 menjadi Rp 100 dan ke operator lain Rp 300 menjadi Rp 150.
Sedangkan untuk layanan StarOne, tarif baru sudah tidak mengenal tarif off peak (tidak sibuk) dan peak (sibuk), rata-rata turun antara 3,8–71,4 persen. Khusus SMS StarOne prabayar ke sesama Indosat turun dari Rp 350 menjadi Rp 100 dan ke operator lain turun dari Rp 350 menjadi Rp 150. Tarif SMS StarOne paskabayar ke sesama Indosat turun dari Rp 225 menjadi Rp 100 dan ke operator lain turun dari Rp 225 menjadi Rp 150.

Layanan Indosat Phone untuk semua jenis percakapan lokal turun antara 5,5-43,6 persen. Penurunan tarif semua layanan ini berlaku tetap karena memang berbeda dengan tarif promosi yang hanya berlaku untuk periode tertentu. Tarif promosi yang saat ini berlaku, masih tetap berlaku sesuai dengan jangka waktu program, dan tidak otomatis berubah sehubungan dengan pengumuman perubahan tarif dasar ini.

"Kami berharap kebijakan tarif baru ini akan memberikan dampak positif kepada industri telekomunikasi pada umumnya, dan akan mendorong kami untuk terus dapat memberikan layanan yang berkualitas serta menghadirkan berbagai program dengan inovasi dan nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat dan pelanggan," papar Guntur.

gosip jalanan

Lirik “gosip jalanan” dari group band slank yang membuat panas kuping anggota DPR

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau …
Kacau balau negaraku ini …

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Blokir

To: MENKOMINFO RI Kepada Bapak MENKOMINFO Republik Indonesia,

(Kenapa ga pake surat aja, malah pake kaya ginian. aya2 wae. Kenapa harus ada iklan adsense, ini mau cari $ atau apa sih?)

Kami sebagai rakyat Indonesia, meminta dengan hormat agar website-website seperti Youtube, Myspace dan Rapidshare agar kembali bisa diakses oleh kami. Kami meminta bapak agar menarik keputusan pemblokiran website tersebut oleh provider internet di seluruh Indonesia. Youtube adalah website yang sangat informatif, lewat Youtube kami bisa mendapatkan referensi bagi segala hal.

(Jangan bawa-bawa nama rakyat deh)

Kami adalah Republik Indonesia, kami bukan Cina yang melakukan tindakan seperti ini. ingat itu.

(tuh kan dah mulai lagi, skrg bawa2 negara lain.)

Rakyat berhak mendapatkan kebebasan dalam informasi, apakah ini memang budaya negara kita? tidak transparan akan informasi dan terkesan menutup-nutupi kebenaran.

Dengan pemblokiran ini, kami telah bapak masukkan ke era kemunduran dimana pikiran sempit menjadi andalan!

Youtube is by the people, with the people and for the people! same with myspace!

Sekali lagi, kami meminta agar pemblokiran website-website tersebut dihentikan.

Tidak ada gunanya pemblokiran ini karena Youtube adalah sarana pengetahuan. Pemblokiran ini secara tidak langsung membuat negara kita menjadi lebih bodoh.

(mana buktinya klo Youtube, Myspace dan lainnya ga di blokir rakyat jadi pinter? bukannya kebalikannya?)

Rakyat tidak dilarang melihat sarana pengetahuan umum, tapi dididik pake moral etika! itu adalah tindakan yang sebenarnya, bukan pemblokiran website seperti ini..

Habis myspace dan youtube mau apalagi ? wikipedia? facebook? google? CNN?

(wikipedia? facebook? google? CNN? Youtube di blokir krn ga ada sensor. wikipedia ga mungkin. facebook paan tuh? lom pernah buka. google jg ga mungkin. CNN jg ga mungkin)

INI HARUS BERHENTI!

(HARUS??? aturan dari mana? Defrio Nandi sapa luh?)

(setelah ane buka n baca, enak ya bisa omelin org lain, kaya u sendiri bener aja. http://indonesian-information.blogspot.com/ nyari sensasi aja, malah pake mail gratisan lagi, supaya dikira baik tuh)
klo sy sih, setuju aja protes ama menteri tp kata2nya yg sopan dunk.

Teknologi Antipemanasan Global

Urgen, Teknologi Antipemanasan Global
“Harga (beras) melonjak karena sejumlah alasan: …; persediaan hanya untuk jangka pendek akibat cuaca yang amat dingin dan hama tikus di Vietnam, pemasok beras nomor dua dunia” (”Time”, 21/4).

Hari-hari ini salah satu topik yang paling banyak diwacanakan adalah naiknya harga beras dan bahan pangan lain. Di antara penyebabnya, selain meningkatnya permintaan, terutama oleh China dan India, dan menciutnya lahan pertanian, juga kekacauan iklim.

Selama ini memang tidak jarang panen terganggu karena gangguan iklim, tetapi melihat perkembangan perubahan iklim yang dramatis akhir-akhir ini membuat faktor iklim semakin besar peranannya dalam pertanian dan hasilnya. Dampaknya pun bagi penyediaan pangan satu negara amat besar. Adanya siklon besar di Banglades pada November silam membuat persawahan hancur dan negara ini kehilangan 800.000 ton padi, yang lalu membuatnya harus mengimpor beras dari India agar penduduk tidak kelaparan.

Namun, perlu diingat, bahwa di tengah ketakpastian sekarang ini, India sendiri merasa perlu mengamankan stok pangannya sehingga ekspor dibatasi.

Gangguan cuaca—ditambah dengan merebaknya hama tikus—juga dialami Vietnam, yang lalu juga mengurangi hasil panennya.

Sekarang ini, krisis beras di Asia dilihat masih akan berkepanjangan. Ini membuat Indonesia pun perlu saksama dalam mengelola berasnya. Mungkin terlalu terburu-buru kalau ada niat mengekspor beras karena sekarang ini ada kelebihan panen. Penghitungan cadangan beras dewasa ini perlu memasukkan unsur ketidakpastian iklim.

Berlomba dengan waktu
Sementara itu, upaya untuk mengerem perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global tampaknya masih belum akan menghasilkan kemajuan berarti.

Sejauh ini upaya difokuskan untuk menegakkan batas pada emisi gas rumah kaca (GRK) seperti karbon dioksida. Dalam praktik ini dilakukan dengan penghematan dan penggunaan teknologi nirpolusi.

Namun, strategi di atas dihadapkan pada realita baru bahwa emisi global ternyata malah membubung dengan tingkat yang tak diduga sebelumnya, sementara efisiensi energi justru merosot.

Jeffrey Sachs, ekonom dari Institut Bumi di Universitas Columbia, menulis (di Scientific American) bahwa teknologi yang ada sekarang tidak mampu mendukung penurunan emisi karbon dioksida dan membesarkan pertumbuhan ekonomi global. (IHT, 7/4) Kalau kita tetap mencoba membatasi emisi tanpa disertai dengan penerapan teknologi baru, pertumbuhan ekonomi akan terganggu.

Teknologi yang dibutuhkan di sini adalah teknologi maju yang memancarkan karbon sedikit sekali. Namun, teknologi ini hanya bisa muncul kalau ada kucuran dana untuk merisetnya.

Akan tetapi, meski negara-negara enggan mengeluarkan dana litbang untuk tujuan di atas, dunia terus membutuhkan segera. Waktu dalam soal ini sangat kritikal karena dewasa ini warga China, India, dan negara-negara berkembang lain yang makmur sedang gencar membeli mobil. Disertai konsumsi listrik mereka yang tinggi, hal itu akan menjadikan negara-negara tersebut sebagai produsen utama GRK dalam beberapa dekade mendatang. Sekadar catatan, sekarang saja China rata-rata membangun satu pembangkit listrik bertenaga batu bara setiap minggunya.

Sebenarnya atas dasar itu pula para peneliti menyatakan bahwa yang harus diutamakan adalah kebijakan teknologi, bukan kebijakan emisi. Mereka juga menggarisbawahi perlunya inovasi teknologi.

Bekerja sama
Boleh jadi yang benar adalah kedua pendekatan dijalankan serentak, ya pengurangan emisi, ya inovasi teknologi rendah karbon. Pemberian tekanan pada teknologi baru dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa meski ada pengurangan emisi, dengan laju yang ada sekarang, pemanasan masih sulit dikendalikan. Lebih-lebih bila melihat bahwa sekarang saja masing-masing pihak masih adu kuat untuk menjalankan program pengurangan.

Dari sisi teknologi, jenis yang dipandang prospektif untuk meredam pemanasan global adalah teknologi untuk menangkap dan mengubur karbon dioksida, mobil hibrida, dan pembangkit listrik solar-termal.

Keberhasilan penerapan teknologi-teknologi itu, menurut Sachs, bergantung antara lain pada riset lebih lanjut, tersedianya infrastruktur, dan penerimaan publik, serta diterimanya investasi awal yang tidak murah.

Di satu sisi dibutuhkan secara mendesak pembaruan dalam bidang teknologi energi, tetapi pada sisi lain juga tampak besarnya tantangan yang ada, terutama dari sisi pembiayaan.

Pihak China dan India tetap bersikukuh bahwa yang harus membiayai pengembangan teknologi baru adalah AS dan negara Eropa yang sudah membakar bahan bakar fosil selama seabad lebih untuk mencapai kemajuan sekarang.

Negara-negara berkembang sendiri tampaknya sedang dilanda demam pertumbuhan sehingga menyerahkan pengembangan teknologi energi baru ke negara industri maju. India, misalnya, sedang menunggu keputusan Bank Dunia untuk mendanai proyek pembangunan pembangkit listrik batu bara ”Ultra Mega” berdaya 4 gigawatt di Negara Bagian Gujarat.

Tampak aneh di sini karena tampaknya kurang disadari bahwa pertumbuhan yang dikejar itu pada satu titik harus dibayar sangat mahal, seperti tampak pada fenomena gangguan iklim dan kelangkaan pangan.

Yang kita prihatinkan, bangsa- bangsa di dunia rupanya masih belum beranjak dari sikap saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab ke pihak lain.

Sementara Bumi makin panas saja, hingga es di kawasan kutub pun makin banyak meleleh.

Semua (11 operator) Tarif Seluler Harus Sudah Turun.

Semua (11 operator) Tarif Seluler Harus Sudah Turun.
Besok 15 April 2008, Semua Tarif Seluler Harus Sudah Turun

Batas akhir bagi operator seluler memenuhi janjinya menurunkan tarif telepon jatuh pada Senin (14/4). Namun dari 11 operator yang beroperasi di Indonesia baru Telkomsel, Telkom, Indosat, dan 3 yang mengumumkan tarif baru mereka yang lebih murah.

Operator 3 contohnya, menurunkan tarif percakapan baik ke sesama 3 maupun ke operator lain sejak 11 April silam. Manajer Pemasaran 3, Ariyani Widowati mengatakan penurunan tarif membuat industri telekomunikasi makin menarik meski persaingan kian ketat.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memberi batas waktu sampai besok kepada tujuh operator lainnya untuk menyerahkan tarif baru. Penurunan sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 8 Tahun 2006 tentang Interkoneksi.

Tarif Interkoneksi Turun

Mulai Selasa (1/4). Penurunan sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 8 Tahun 2006 tentang Interkoneksi.

Tarif Indosat dan Exelcomindo Belum Turun

Kartu As:
Sms ke sesama Telkomsel Rp.88
Sms ke operator lain Rp.149

wow paling murah tuh

Simpati:
Sms ke sesama Telkomsel Rp.100
Sms ke operator lain Rp.150

Kartu Halo:
Sms ke sesama Telkomsel Rp.125
Sms ke operator lain Rp.150

Tuesday, April 8, 2008

TELKOM Menurunkan Tarif

TELKOM Menurunkan Tarif Percakapan SLJJ Hingga 46%

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) mengumumkan kebijakan tarif baru telepon tetap (PSTN, Public Switch Telephone Network). Melalui kebijakan tersebut, Telkom akan menurunkan tarif percakapan SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) yang menggunakan telepon tetap dengan persentase penurunan yang berbeda-beda menurut zona jarak dan pembedaan waktu (time band). Ketentuan tarif baru akan efektif berlaku mulai tanggal 8 April 2008, pukul 00.00 waktu setempat.

Tarif baru percakapan telepon SLJJ, demikian Eddy Kurnia, akan mengalami penurunan hingga 46% dibanding tarif yang berlaku sebelumnya. Penurunan tarif dimaksud berlaku untuk hampir seluruh percakapan SLJJ pada seluruh zona jarak dan waktu (timeband), baik dari telepon tetap ke telepon tetap (fixed to fixed) maupun dari telepon tetap ke seluler (fixed to mobile) (Lihat Tabel).

Sebagai contoh, untuk biaya percakapan SLJJ dari telepon rumah ke seluler antara pk 07.00 s/d 08.00 pada zona 3 (jarak di atas 500 km) yang semula dikenakan Rp 865 per 20 detik turun sekitar 46,2% menjadi hanya 465 per 20 detik. Demikian juga, biaya percakapan SLJJ dari telepon tetap ke seluler antara pk 07.00 s/d 08.00 pada zone 1 (jarak 30 s/d 200 km) yang semula dikenakan Rp 538,3 per 20 detik turun 44,3% menjadi Rp 300 per 20 detik.

Secara umum, penurunan tarif praktis berlaku untuk semua percakapan yang berlangsung pada seluruh kelompok jarak (zona) dan time band, baik untuk percakapan SLJJ antar telepon rumah (fixed to fixed) maupun percakapan dari telepon rumah ke seluler (fixed to cellular/mobile). Bahkan dalam kebijakan tarif baru ini, Telkom juga memberlakukan tarif flat percakapan SLJJ antara telepon rumah dan dari telepon rumah ke Flexi pada pk 23.00 s/d 06.00 ke seluruh Indonesia (tanpa memperhitungkan jarak) dengan tarif hanya Rp 32 per 6 detik.

Menyinggung komponen biaya bulanan (abonemen) Eddy Kurnia mengatakan komponen tersebut tidak mengalami perubahan karena dipandang masih wajar. Demikian juga, tidak ada perubahan pada biaya percakapan Lokal antara telepon tetap (fixed to fixed). Biaya percakapan Lokal antar telepon tetap masih menggunakan perhitungan berbasis pulsa yang durasinya berbeda-beda menurut band waktu (3 menit, 2 menit, dan 1,5 menit).

Ditegaskan Eddy Kurnia, besaran tarif yang diumumkan Telkom merupakan tarif standar, bukan bersifat promo yang berbatas waktu. Tidak tertutup kemungkinan variasi tarif promo yang lebih menarik bisa ditawarkan untuk mengakomodasi dan memberikan solusi terhadap kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Eddy Kurnia berharap, pemberlakuan tarif baru telepon benar-benar akan berdampak positif bagi masyarakat, menggairahkan ekonomi masyarakat, dan tentu saja meningkatkan kembali pemakaian (usage) telepon tetap Telkom. “Kami optimis, kebijakan tarif baru ini akan bernilai positif baik bagi masyarakat maupun bagi Telkom sendiri,” ujarnya.

Lampiran penurunan tarif telepon. http://www.telkom.co.id/download/File/perubahan_tarif.jpg
Telat 1 Minggu.
Seharusnya 1 April 2008 bukan 8 april 2008

Ramai-Ramai Tangkap Penyuap

Ramai-Ramai Tangkap Penyuap

Polisi makin rajin menangkap penyuap.Sehari kemarin (29/3), empat polsek di Surabaya Timur danSelatan menahan enam orang yang hendak menyuap polisi.Keempatnya adalah Polsek Gubeng dengan dua tersangka,Tenggilis (1 tersangka), Tambak Sari (1 tersangka),dan Genteng (2 tersangka). Semua modusnya sama.Yakni, hendak menyuap polisi agar tidak ditilang.

Polsek Tenggilis mengawali dengan menangkap Wahyono,warga Kendangsari. Pria 24 tahun itu ditangkap di JalanPanjang Jiwo pada Jumat (28/3) sekitar pukul 22.00,saat Polsek Tenggilis mengadakan razia multisasaran.Ketika diperiksa, dia menyerahkan STNK yang diselipi uangRp 20 ribu. "Saya baru dua bulan beli sepeda motor,belum urus SIM C," kata Wahyono. Bukannya disuruh jalan,dia justru diamankan ke Mapolsek Tenggilis.

Kapolsek Tenggilis AKP Aditya Puji Kurniawan menyatakan,penangkapan itu merupakan upaya kepolisian untuk berubah."Wahyono adalah orang pertama yang kami tangkap terkaitdengan kasus suap. Tersangka dijerat pasal 2 UU No 11/1980tentang tindak pidana penyuapan. Ancamannya lima tahunpenjara," kata alumnus Akpol 1998 tersebut.

Polsek Gubeng menangkap dua tersangka. Yakni, Kasmadi, 45,warga Bulak Setro, dan Efendi, 37, warga Mayangan,Probolinggo. Keduanya ditangkap di Jalan Ngagel Jaya,Jumat (28/3) sekitar pukul 23.00, saat razia multisasaran.

Ketika itu, Kasmadi hendak pulang setelah membeli nasi bebek.Dia tidak menyadari sudah masuk area operasi. Merasa tidakmembawa STNK, dia menawari petugas untuk "berdamai"."Dia memberi anggota Rp 10 ribu sambil bilang, Pak diaturaja," ungkap Kapolsek Gubeng AKP Hartoyo.

Sementara itu, Efendi yang mengendarai Honda Jazz jugamencoba menyuap polisi ketika hendak ditilang. "Saat dimintaturun ke meja tilang, tersangka mencoba memberi Rp 100 ribu,"katanya.

Dia menuturkan, saat ini polisi ingin mengubah diri. Hal itujuga terkait dengan kampanye antisuap yang digelorakanPolwiltabes Surabaya akhir-akhir ini. "Penangkapan tersangkapenyuap juga dilakukan untuk mengubah pola pikir anggota,"tegasnya

Polsek Tambaksari menangkap Priyono, 20, warga Kendalsari,Jombang. Dia juga mencoba menyuap ketika hendak ditilangdalam operasi multisasaran yang dilangsungkan di JalanGerbong, Gubeng. Sebenarnya bukan dia yang hendak ditilang,namun temannya yang bernama Fitri. Fitri tidak membawa SIM C."Ketika hendak ditilang, tersangka mencoba menyuap Rp 10ribu," ujar Kanitreskrim Polsek Tambak Sari Aiptu Budiyanto.

Polsek Genteng tak mau kalah. Institusi yang dipimpin AKPEdy Widodo tersebut berhasil memidanakan dua orang.Mereka adalah Mualimah, 35, asal Gresik, dan Nur Huda, 39,arga Driyorejo. Keduanya adalah majikan dan sopir.

Menurut Kapolsek, kedua tersangka itu ditangkap saat hendakmenyuap Aiptu Adriyana di Jalan Embong Cerme.Peristiwa tersebut terjadi pukul 22.30, Jumat.Mereka tertangkap saat ada operasi ofensif. "Tidak mauditilang, mereka mengajak berdamai dan berusaha menyuapanggota (Aiptu Adriyana, Red). Akhirnya ditangkap,"katanya.

Menurut pengakuan kedua tersangka kepada petugas,mereka hendak membeli sayur di Pasar Keputran.Mengendarai Daihatsu Espass bernopol L 8119 QA,mereka melintas di Jalan Embong Cerme. Waktu itu, di sanamemang ada operasi ofensif. Sialnya, Huda tidak mempunyaiSIM dan akhirnya ditilang. "Majikannya meminta agar Hudamenyogok Rp 20 ribu. Karena tergesa-gesa, mereka ingindamai. Di situlah majikan dan sopir tersebut ditangkap,"ungkap Edy.

Sebagai barang bukti (BB), petugas menyita empat lembaruang Rp 5 ribuan beserta STNK-nya.

Monday, April 7, 2008

Bisnis tanpa modal, cukup punya akses internet aja.

Bisnis tanpa modal, cukup punya akses internet aja.

klik:http://greenhorse.com/join_now.ghc?r=177877973
lalu isi biodata Anda, untuk penggiriman uangnya.

lalu download di
:: download TickerBar™

lalu installdan jalankan programnya.selesai.

nanti chek dikirim setelah kita minimal own $30
makanya coba kejar dulu $30 buru-buru, setelah itu cek email, nanti konfirmasi pengiriman akan di email, bisa lewat western union atau send check.

good luck.

Tarif Interkoneksi Turun

Tarif Interkoneksi Turun

Tarif interkoneksi antara penyedia layanan GSM (Global System for Mobile Communications) maupun CDMA (Code Division Multiple Access) pada telepon seluler turun sebesar 20 hingga 41 persen mulai Selasa (1/4). Penurunan sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 8 Tahun 2006 tentang Interkoneksi. Artinya, bagi pengguna ponsel kini bisa menikmati biaya komunikasi yang lebih murah lagi.

Tarif Indosat dan Exelcomindo Belum Turun

Sesuai peraturan pemerintah, sejak 1 April silam, seharusnya Anda sudah menikmati tarif telepon seluler lebih murah karena biaya interkoneksi antaroperator diturunkan. Namun Anda tampaknya harus bersabar lagi. Ini lantaran sejumlah operator seperti Indosat dan Exelcomindo Pratama belum menurunkan tarifnya.
Mungkin turunnya akhir April 2008
berarti turun hingga 91% dunk, karena turunnya telattttttttttttttttttt.
Kartu As:
Sms ke sesama Telkomsel Rp.88
Sms ke operator lain Rp.149

wow paling murah tuh

Simpati:
Sms ke sesama Telkomsel Rp.100
Sms ke operator lain Rp.150

Kartu Halo:
Sms ke sesama Telkomsel Rp.125
Sms ke operator lain Rp.150

Friday, April 4, 2008

Pam kena pajak

Pam kena pajak
Mulai Tagihan Bulan Maret 2008
Pam Jaya dan Pam Lyonnaise Jaya (Palyja) kena pajak 10%
yang harus dibayarkan pada Tanggal 1-25 April 2008

Netbook Nettop


Berburu Netbook Murah

Udah pada ngebet pengin komputer baru ya? Mau yang model Laptop atau desktop? Dibandingkan beberapa tahun lalu, harga Laptop sekarang udah pada turun tajam lho.

Mau lebih murah lagi dari Laptop? Sekarang mulai diperkenalkan seri baru dari komputer personal, yaitu netbook. Tak usah bingung dengan istilah itu.

Singkat cerita, rumus utama netbook adalah bentuknya lebih imut dan harganya lebih murah dari Laptop, flybook, atau ultra-mobile PC (UMPC).

Istilah netbook diperkenalkan Intel. Manager Pengembangan Bisnis Intel Indonesia Corporation Arya Sanjaya mengatakan, salah satu ciri netbook adalah menggunakan platform berharga terjangkau. Di sini juga ada penekanan pada akses internet yang wajib ada.

”Selain netbook, Intel juga memperkenalkan istilah nettop,” kata Arya. Netbook itu versi Laptop yang lebih kecil, sedangkan nettop adalah versi desktop (komputer meja) yang lebih mini.

Netbook dan nettop dihadirkan untuk memberi akses komputer di negara berkembang. Misi ini seiring dengan program Intel World Ahead. ”Ada empat poin yang ditekankan dalam netbook dan nettop: aksesibilitas, konektivitas, edukasi, dan content,” kata Arya.

Dari misi itu, program ini bisa dikatakan ”tandingan” dari One Laptop Per Child (OLPC) yang diusung Nicholas Negroponte. Namun, kehadiran OLPC melalui jalur resmi tampaknya tidak memungkinkan karena pemerintah tak ikut program itu.

Intel Classmate

Indonesia mendapat giliran awal untuk pencanangan netbook dan nettop. Dari keluarga netbook, Intel meluncurkan rancangan Intel Classmate PC. Rancangan ini diberikan kepada produsen lokal, bukan produsen yang sudah dikenal mereknya secara global.

”Ini untuk menekan harga biar lebih rendah,” kata Arya. Maka, lahirlah Anoa yang dikeluarkan Zyrex dan Classmate PC yang dikeluarkan Axioo.

Muncul pertanyaan bagi orang awam, apa itu Zyrex dan Axioo? Apakah kedua merek itu cukup andal untuk membuat netbook? Mereka sebenarnya sudah lama malang melintang dalam produksi Laptop.

Bentuk keduanya sama, kembar identik, hanya beda tulisan. Kalau di Zyrex dinamakan Anoa, sedangkan di Axioo menggunakan nama generik Classmate PC.

Karena produk ini rancangan dari produsen prosesor ternama, Intel, kinerjanya sama dan tak mengecewakan. Karena itu, bagi yang masih cerewet dengan merek, perlu disampaikan, persepsi di dunia komputer mulai berubah dan lebih cenderung melihat ”otak" yang dicangkokkan di dalamnya.

Keluarga Intel Classmate PC menggunakan prosesor Intel Mobile Processor ULV 900Mhz, memori DDR2 256 dan 512MB. Hardisk yang tidak konvensional lagi, tetapi menggunakan 2 GB NAND Flash (Windows XP) dan 1 GB NAND Flash (Linux).

Ups, cuma 2 GB! Terus space sebesar 2 GB itu mau digunakan untuk apa? Buat masang lagu-lagu favorit juga pasti udah habis.

Inilah yang menjadi tanda tanya. Space 2 GB hanya cukup untuk sistem operasi Windows XP. Setelah di-install program dasar lainnya paling banter tersisa 500 MB.

Apa bisa kalian abu-abuers ”hidup” dengan space 2 GB? Jawabannya bisa (tapi harus modal lagi). Sekarang banyak USB flash disk kapasitas besar hingga puluhan GB, bahkan jenis compact flash mencapai 30 GB. Belum lagi hardisk 2,5 inci yang sudah ratusan GB, ini bisa dijadikan solusi ke depan.

Dengan harga Rp 3 jutaan, Intel Classmate PC cukup menjanjikan untuk bersaing menjadi laptop keluarga, terutama anak-anak dan remaja. Salah satu ciri Intel Clasmate PC adalah tahan banting! Netbook ini memiliki balutan casing khusus.

Fitur software yang menarik adalah dukungan pada software e-learning. Sebuah pembelajaran di ruang kelas yang mengandalkan fungsi multimedia. Dilengkapi dengan dua kontrol berbeda, yaitu Student Control dan Teacher Control, fitur ini siap diluncurkan ke sekolah yang membutuhkan pembelajaran multimedia.

Ada lagi fitur andalan bagi orangtua, yaitu software filter untuk membatasi akses komputer dan internet anaknya. Karena itu, terkait isu pornografi internet yang sulit dibendung, software Parents Carefree bisa menjadi solusi.

Alternatif Lain

1. Asus Eee PC

Classmate PC hadir untuk bersaing dengan Asus Eee PC yang lebih dulu diluncurkan. Sama-sama menggunakan prosesor Intel, Asus Eee PC dibanderol dengan harga lebih tinggi.

Eee PC menggunakan ”hardisk” SSD (”state solid disk”) yang tahan goncangan juga. Prosesor Intel Celeron 900MHz, RAM 512MB DDR, layar 7 inci. Di dalamnya sudah dicangkokkan modem 56 Kbps, Wifi, LAN, USB ”port” tiga buah, dan berat sekitar 0,92 kg.

Asus Eee PC 2G Surf dengan SSD 2 GB dibanderol sekitar Rp 3,8 juta. Adapun Eee PC 4G dengan ”hardisk” SSD 4 GB berharga sekitar Rp 4,7 juta. Performa Eee PC cukup tangguh untuk menjalankan Windows XP. Dengan harga segitu, praktis Eee PC bersaing ketat dengan Classmate PC dan Anoa.

2. Zyrex Ubud

Zyrex juga mengeluarkan Zyrex Ubud yang sudah diberi label UMPC. Layar 7 inci, yang berarti layak untuk mobilitas tinggi. Di dunia, model Ubud ini dikenal sebagai ”CloudBook UMPC”. Indonesia beruntung karena sudah diperkenalkan jenis ”CloudBook UMPC” ini.

Dibandingkan Anoa, Classmate PC, dan Eee PC, Ubud memiliki spesifikasi lumayan. Prosesor VIA C7-M,ULV 1,2Ghz, memori 1 GB RAM, 30GB HDD, Wifi ”support”, berat 0,9 kg, dan sudah ada ”webcam”. Harga saat diluncurkan cukup diplomatis, Rp 4,9 juta.

Dari uji coba selama beberapa minggu, kecepatan ”loading” untuk membuka sistem operasi Windows Vista agak keteteran. Ketika diganti Windows XP, peningkatan kecepatan jadi lumayan.

Secara keseluruhan, Ubud masih layak jadi pilihan. Persoalannya, harga yang terbilang berani. Jika pasang harga Rp 4 juta ke bawah, Ubud bisa menjadi ”netbook killer” sesungguhnya.

3. NetTop Studia

Ini merupakan ”desktop” PC dari Zyrex yang didesain berbiaya murah, terutama untuk memfasilitasi para murid yang ingin memiliki ”desktop” terjangkau di rumah. Prosesor menggunakan Intel Pentium Dual Core, 512MB RAM, 80GB HDD, DVD-Combo, multimedia dengan ”speakers” dan ”optical mouse”. Harga Rp 2 jutaan.

4. Quantel

Selain Intel, AMD juga mengeluarkan ”mini Laptop”. Seri Quantel T8 Series dengan layar 8 inci, prosesor AMD LX800 - 500MHz, RAM 256M, HDD 60 GB, Wireless LAN 802.11b/g, berat 1,1 kilogram. Harga Rp 3,975 juta.

Seri E10 Series dengan layar lebih lebar, 10,2 inci, prosesor AMD LX800 - 500MHz, RAM 512 MB, HDD 60 GB, Wireless LAN 802.11b/g, berat 1,2 kg, dan sistem operasi Linux. Harga di pasaran Rp 4,975 juta.

Pahami kebutuhan

Sebelum membeli, pahami apa kebutuhan kalian.

Jika mencari komputer murah untuk keperluan rumah sekaligus menunjang mobilitas, pilihan tersebut cukup menjanjikan.

DEPKOMINFO HACKER BLOGGER

DEPKOMINFO MENGUNDANG PARA HACKER DAN BLOGGER UNTUK BERDIALOG DALAM SOSIALISASI UU INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK PADA SENIN (7/4)

Ruben Onsu Menikah

Ruben Onsu Menikah Bukan untuk Tepis Homo

Ruben - Sheza

Presenter 'Supermama' yang tengah naik daun, Ruben Onsu akan menikahi kekasihnya artis Sheza Idris, Agustus mendatang. Ruben mengelak kabar yang mengatakan ia menikah untuk menepis gosip dirinya homo.

Ruben sadar dengan adanya rencana pernikahannya, gosip tersebut pasti akan muncul. Namun ia tak mau ambil pusing karena memang kabar miring itu tak benar.

"Gue nggak mau mikirin," katanya.

Pastinya menurut Ruben pernikahan dilakukannya karena memang sudah sejak lama ia mencari istri. Ternyata keinginannya tersebut setali tiga uang dengan kekasihnya. Sheza juga tengah mencari suami.

"Mudah-mudahan nggak ada halangan," harap pria kelahiran 15 Agustus 1983 itu.

Saat ini Ruben tengah berusaha menggeser jadwalnya ke Amerika, Agustus mendatang. Pada bulan itu, ia mendapat undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika.

Kenapa tidak menikah dulu lalu bulan madu ke Amerika?

"Aku nggak bisa kayak gitu orangnya, kalau kerja ya kerja. Lagian aku orangnya nggak suka travelling, lebih suka di rumah," tuturnya panjang lebar.

Ruben menegaskan ia serius dengan rencana pernikahannya. Restu dari kedua orangtua Sheza juga sudah ditangan.

Pria yang mengawali karirnya lewat Lenong Bocah itu bisa dibilang cinta lokasi dengan Sheza. Kekasihnya adalah peserta acara 'Supermama' yang ia bawakan bersama Eko 'Patrio' di Indosiar.

Ketika melihat Sheza di acara tersebut, dewi asmara rupanya mampir ke hati Ruben. Dibantu temannya Ivan Gunawan yang menjadi komentator Supermama, ia pun mendekati putri Camat Kebon Kacang, Jakarta Pusat itu. Kini empat bulan sudah cinta mereka bersemi.

Benang Merah

Benang Merah Itu Telah Terputus...

Ribuan TKI bermasalah di Malaysia mendatangi Gedung KBRI di Kuala Lumpur, awal November 2004. Ini sebagai buntut penertiban pekerja asal Indonesia di Malaysia.

Oleh Khairina

Terang Bulan terang di kali

Buaya timbul disangka mati

Jangan percaya mulut lelaki

Berani sumpah tapi takut mati...

Lagu Terang Bulan sempat sangat populer di Indonesia pada tahun 1937-1938, saat film berjudul Terang Boelan ”meledak”. Film yang ditangani Albert Balink dan wartawan Indonesia, Saroen, itu terkenal di seluruh Nusantara, bahkan sampai Singapura dan Tanah Semenanjung.

Inilah film pertama yang ”suaranya” sempurna. Hingga beberapa puluh tahun kemudian, lagu fenomenal itu masih dinyanyikan di sekolah-sekolah. Lagu itu baru berhenti diputar pada tahun 1957 saat Malaysia mendengungkan lirik lagu Terang Bulan sebagai lagu kebangsaan mereka.

Begitu pun lagu klasik Melayu lain, macam Dondang Sayang, yang sangat akrab di telinga masyarakat Melayu di Nusantara dan di Tanah Semenanjung (baca: Malaysia). Atau lagu-lagu dan film yang mengetengahkan sosok P Ramlee sebagai seniman Melayu dari Pulau Pinang—baik sebagai penyanyi maupun aktor— yang hingga akhir 1960-an masih digemari di kedua negara. Film Bujang Lapuk (sekadar menyebut satu di antara puluhan film komedi yang dibintangi P Ramlee) begitu populer di kedua negara.

Beberapa contoh kecil ini hanya untuk menggambarkan betapa dekatnya hubungan Indonesia dan Malaysia pada saat itu.

Mukhlis PaEni, Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bidang Pranata Sosial, mengatakan bahwa saat itu hubungan budaya antarkedua negara begitu cair. Orang Indonesia akan merasa bangga saat lagu atau kesenian miliknya dimainkan negara tetangga.

Saking dekatnya hubungan Indonesia-Malaysia, kata Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia ini, bangsa Malaysia dianggap sebagai bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Dalam beberapa hal orang-orang Melayu ditolong oleh orang Indonesia. Pada era 1960-an, misalnya, guru-guru dari Indonesia dikirim ke Malaysia untuk mengangkat marwah dan harkat bangsa Melayu.

”Pemahaman seperti itu (bahwa Malaysia bagian dari Indonesia) sangat kental dalam pikiran orang Malaysia dan pikiran orang Indonesia,” kata Mukhlis.

Kenyataan ini juga diakui Datuk Zainal Kling dari Universitas Malaya, Malaysia. Bahkan, hingga kini pun begitu banyak orang Melayu-Malaysia yang masih memiliki kerabat di Indonesia. Tak terbilang pula tokoh-tokoh Melayu di Tanah Semenanjung yang terus menelusuri jejak masa silam ”pupu-poyang” mereka yang berasal dari Nusantara.

”Secara pribadi, saya sendiri amat merasakan kemesraan tentang Indonesia itu sejak kecil di kampung. Meskipun pada waktu itu kampung saya di wilayah Naning, Melaka—yang berpegang pada sistem adat perpatih (matrilineal), tapi sudah sering sekali mendengar nama-nama kelompok ”asing” seperti ”orang Jawa”, ”orang Minangkabau”, ”orang Mandailing”, atau ”orang Aceh”. Namun, ”keasingan” itu tidak sedikit pun membedakan mereka dari kelompok Melayu,” tutur Datuk Zainal Kling.

Bahkan, semasa kecil ia mengaku kerap berinteraksi dengan amat mesra dengan orang-orang ”asing” tersebut. Ia pun suka mendengar cerita atau kisah pelayaran para tetangga ”asing” dari Minangkabau yang juga mereka panggil datuk atau nenek.

”Sudah jadi kegemaran kami pula membeli lemang (ketan yang biasanya dimasak di bumbung bambu) dari Bang Leman, orang Jawa yang kawin dengan Cik Som, gadis Minang itu. Sesekali nenek kami membuka kisah sejarahnya tentang bapaknya dari tanah Mandailing, yang sudah meninggalkan kampung kami untuk pulang ke Sumatera,” ujar Datuk Zainal Kling berkisah.

Tautan budaya dan sejarah

Hubungan mesra itu tak lepas dari sejarah yang menautkan kedua bangsa. Kerajaan dan kesultanan di Malaysia banyak yang berhubungan erat dengan kesultanan yang ada di Indonesia. Negeri Sembilan, misalnya, erat kaitannya dengan Minangkabau karena Raja Negeri Sembilan berinduk ke Pagarruyung.

Selangor atau Pahang terkait erat dengan Sulawesi Selatan karena Sultan Johor adalah keturunan Kesultanan Bugis. Demikian juga Kesultanan Melaka yang merupakan keturunan dari Raja Parameswara. Cikal-bakal pendiri imperium Melaka ini datang dari Bukit Siguntang (baca: Palembang). Adapun Perak dan Kedah sangat erat hubungannya dengan Aceh.

Apalagi ketika pada tahun 1911 Melaka jatuh ke tangan Portugis. Meski pusat kekuasaan orang- orang Melayu berpindah ke Johor, dan setelah itu berganti-ganti ke Bintan-Lingga-Johor-Penyengat, namun tidak sedikit di antara bangsawan Melaka yang eksodus dan tinggal di Indonesia. Bahkan, ada yang kemudian menetap di Buton, Ternate, Makassar, atau Sumbawa. Tidak heran pula bila hampir semua tradisi Nusantara di Indonesia Timur sangat kental dipengaruhi tradisi Melayu-Melaka dan Melayu-Johor.

Sayangnya, hubungan yang mesra itu terkikis 30 tahun terakhir.

Menurut Mukhlis PaEni, selama 30 tahun terakhir kedua negara sibuk memikirkan urusan ekonomi. Malaysia gencar membangun kebun kelapa sawit dan industri, sementara Indonesia membangun kilang-kilang minyak dan lainnya.

”Akibatnya, pertautan-pertautan budaya yang menyangkut hati nurani itu tidak muncul. Yang diurus kedua belah pihak lebih tertuju pada masalah ekonomi,” kata Mukhlis.

Saat resesi ekonomi mendera, Malaysia berhasil selamat, sementara Indonesia masih juga megap-megap sehingga banyak orang Indonesia terpaksa ”melarikan diri” ke Malaysia. Saat itulah muncul berbagai konflik, termasuk konflik budaya.

Generasi muda Malaysia yang tidak mengetahui asal-usul bangsanya hanya mengenal Indonesia sebagai ”Indon” yang berkonotasi negatif. Sebaliknya, generasi muda Indonesia hanya mengenal Malaysia sebagai bangsa yang arogan. Benang merah antarkedua negara itulah yang kini terputus.

Ketegangan yang sempat muncul akibat klaim Malaysia atas sejumlah produk budaya yang juga dimiliki Indonesia sebetulnya tak perlu terjadi bila kedua pihak memahami betul sejarah tentang asal-usul kedua bangsa. Apalagi bila mengacu semangat yang disuarakan UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan kebudayaan PBB) bahwa setiap negara di dunia berhak mengajukan mata-mata budaya untuk dilestarikan.

”Jadi, misalnya, suatu mata budaya dimiliki oleh beberapa negara, maka mata budaya itu berhak dilindungi tersendiri dan bersama-sama. Dengan begitu tidak ada lagi yang mengatakan engkau yang lebih tua dan aku yang lebih muda. Semua negara yang memiliki mata budaya yang sama berhak mengajukan itu sebagai warisan yang harus diselamatkan,” ujar Mukhlis.

Itu sebabnya, menurut Mukhlis, sebenarnya tidak ada masalah berarti antara Indonesia-Malaysia. ”Konflik” budaya yang beberapa waktu lalu digembor-gemborkan, kata Mukhlis, adalah bagian dari politik.

Komoditas ekonomi

Sedikit berbeda dengan Mukhlis, Al azhar—budayawan Melayu dari Riau yang sehari-hari mengelola Yayasan Bandar Seni Raja Ali Haji di Pekanbaru— menganggap konflik budaya terjadi karena karya-karya budaya mengalami komodifikasi. Budaya dijadikan sebagai komoditas ekonomi. Malaysia, kata Al azhar, mampu mengemas ulang bentuk budaya yang ada dan menjadikannya komoditas untuk dijual.

Dia mencontohkan, dalam konteks Melayu-Riau, kultur yang ada di Riau sama persis dengan yang ada di Malaysia. Namun, Malaysia mengalami modernisasi yang cepat. ”Jadi, kalau mau melihat Melayu yang asli sudah susah mencarinya di Malaysia,” kata Al azhar.

Itu sebabnya, untuk mengonstruksi Melayu dan kemelayuan, Malaysia mencari sumber-sumber yang mungkin untuk memperkuat eksistensi kemelayuan di negara itu. Sumber terdekat yang seagama, sebahasa, dan seadat adalah Riau yang perkembangan kebudayaannya relatif lambat.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia sendiri tidak pernah serius memelihara kebudayaan Indonesia. Negara, kata Al azhar, bahkan menzalimi bentuk-bentuk kebudayaan dan mengobok-obok sarangnya. Dia mencontohkan hancurnya budaya yang menyatu dengan alam dan lingkungan sungai akibat hancurnya alam. Kebudayaan itu pada akhirnya juga ikut sekarat.

”Ada paradoks antara yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan. Di sini, kata dan laku adalah dua hal yang berbeda,” ujarnya.

24 PARPOL LOLOS VERIFIKASI

DEPKUMHAM MENYATAKAN DARI 115 PARTAI POLITIK YANG MENDAFTAR KE DEPKUMHAM, 24 PARPOL LOLOS VERIFIKASI PENGESAHAN BADAN HUKUM

24 Parpol dinyatakan lolos verifikasi parpol oleh Depkum HAM. Meski demikian keikutsertaan dalam Pemilu 2009 masih ditentukan oleh KPU.

"Ke-24 parpol itu diseleksi dari 115 parpol. Tapi belum tentu ikut pemilu, tergantung seleksi KPU," ujar Menkum HAM Andi Mattalata dalam jumpa pers di kantornya , Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2008).

Ke-24 partai yang sah dan lolos verifikasi tersebut yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Republiku Indonesia, Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai Karya Perjuangan, Partai Kongres, Partai Kerakyatan Nasional, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Berita Nasional.

Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Partai Peduli Daerah, Partai Patriot, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Pembaruan Bangsa, Partai Nusantara Kesatuan Republik Indonesia.

Partai Bintang Bulan (PBB), Partai Kristen Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia, Partai Republika Nusantara, Partai Persatuan Sarikat Indonesia, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Kedaulatan dan Partai Nurani Umat.

Indonesia-Malaysia di Persimpangan Jalan

Indonesia-Malaysia di Persimpangan Jalan

Sejumlah cerdik-cendekia dari Tanah Semenanjung (baca: Malaysia) mengaku heran mengapa orang-orang Indonesia begitu marah dan naik pitam disebut ”Indon”. Bagi mereka, ”Indon” sekadar akronim. Tanpa pretensi, sebagaimana ungkapan Bangla untuk orang-orang Banglades, Viet untuk orang Vietnam, atau Thai bagi orang-orang dari Thailand.

"Sungguh, tak ada niat untuk merendahkan,” kata Profesor Madya Datuk Zainal Abidin Borhan dari Akademi Pengkajian Melayu, Universitas Malaya.

Hanya saja, dalam dialog budaya Indonesia-Malaysia di Jakarta, beberapa waktu lalu, penjelasan yang didedahkan oleh para cerdik-cendekia dari Tanah Semenanjung tersebut lebih bersifat pembelaan diri. Hanya semacam apologi. Alhasil, yang muncul ke permukaan justru terkesan sebagai langkah (baca: strategi) menghindar dari persoalan, tanpa upaya untuk memahami hakikat terdalam dari ”kemarahan” orang-orang Indonesia atas penyebutan ”Indon” itu sendiri.

Untung ada Taufik Abdullah. Sejarawan-budayawan yang juga mantan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini mencoba meletakkan duduk masalahnya dari perspektif kesejarahan. Di depan forum itu ia bukan saja ber-”kisah” tentang pengalaman kolektif kedua bangsa serumpun ini, tetapi juga memberi perspektif kepada para sejawatnya dari Malaysia tentang makna kesejatian di balik penabalan nama ”Indonesia” bagi negara bekas jajahan Belanda ini. Indonesia sebagai label bangsa adalah sebuah keniscayaan.

Bahwa, kata Taufik Abdullah, rekonstruksi kritis dari sejarah pertumbuhan bangsa Indonesia—yang semula tak lebih dari kesatuan-kesatuan etnis yang hanya diikat oleh kepentingan dagang dan politik, kesamaan pokok-pokok aspek kultural, serta pengalaman sejarah, dan akhirnya menjadi sebuah bangsa—merupakan pengetahuan yang selalu dipupuk dan dipelihara. Dari sini lalu muncul kesadaran kebangsaan, nasionalisme, yang melampaui batas-batas etnis dan daerah.

Dalam struktur pengetahuan ini pula ditunjukkan bagaimana sebuah nama yang melingkupi semua anak bangsa akhirnya harus ditemukan. Nama Indonesia yang diambil dari konsep antropologi yang diperkenalkan ilmuwan Inggris, Earl dan Logan—tetapi dipopulerkan oleh Afdolf Bastian, seorang ilmuwan Jerman—pun mulai digunakan oleh Bung Hatta dan kawan-kawan pada 1924. Hebatnya, nama yang memicu semangat kebangsaan ini dicuatkan tidak di ”kampung halaman” mereka yang kala itu masih bernama Hindia Belanda, tetapi justru di jantung negeri penjajahnya: Amsterdam!

”Bagi kami, Indonesia adalah suatu pernyataan dari tujuan politik karena nama ini adalah simbol tanah air di masa depan,” kata Bung Hatta. Sebelumnya, Bung Hata bersama segelintir pemuda yang sedang belajar di Negeri Belanda mengganti nama organisasi mahasiswa yang mereka dirikan dari Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia).

Nama ”Indonesia” kemudian dikukuhkan sebagai nama bangsa dan tanah air lewat Kongres Pemuda Indonesia II pada 28 Oktober 1928. Sejak itu pula, bukan saja gerakan nasionalisme semakin memiliki bentuk yang jelas, pengakuan nama ”Indonesia” sebagai pengganti Hindia Belanda dan inlanders pun mulai diperjuangkan.

Sejarah Indonesia pun mencatat itu semua dengan tinta emas. Dalam perjuangan itu ratusan nasionalis yang sempat dipenjara, dibuang ke berbagai daerah terpencil, serta tak terhitung jumlah pejuang yang tewas dalam perang kemerdekaan.

”Karena itu, mestikah diherankan kalau orang Indonesia— setidaknya yang agak terpelajar—dengan mudah akan tersinggung terhadap ucapan ’Indon’; meskipun mungkin maksudnya tidak merendahkan atau hanya kebiasaan semata. Soalnya ialah ’Indonesia’ disadari benar sebagai simbol dari cita-cita yang diperjuangkan dengan darah dan air mata,” papar Taufik.

Batu sandungan

Gugatan atas penabalan istilah ”Indon” oleh Malaysia terhadap orang-orang Indonesia, terutama mereka yang datang ke negeri jiran tersebut, hanyalah satu dari sekian banyak kerikil yang menjadi batu sandungan hubungan kedua negara. Persoalan seputar penanganan tenaga kerja Indonesia alias TKI di sana, masalah perbatasan, hingga klaim atas produk budaya yang memiliki banyak persamaan juga jadi masalah tersendiri dalam kehidupan antarbangsa serumpun ini.

Pengakuan Malaysia sebagai ”adik” atas Indonesia sebagai ”abang” tidak serta-merta memuluskan hubungan kekerabatan yang sudah terjalin berabad-abad lampau. Berbagai upaya yang dilakukan kedua pihak untuk meredam ”silang-sengketa” itu—dalam kasus terakhir terutama dipicu lepasnya kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan dari tangan Indonesia dan beralih ke Malaysia—sejauh ini baru bisa meredakan aksi-aksi bersifat frontal.

Berbagai forum dialog antarbangsa, ”pembangunan jembatan budaya” melalui pentas kesenian oleh institusi resmi pemerintahan, hingga pertemuan-pertemuan informal antarindividu di bidang kebudayaan memang terus mewarnai jalinan kekerabatan antarnegara serumpun ini.

Musisi-musisi dari Indonesia masih saja laku berpentas di negeri jiran tersebut. Begitu pun sebaliknya. Cukup banyak penyanyi Malaysia—taruhlah seperti Siti Nurhaliza, Amy Search, atau Anita Sarawak pada dekade lalu—yang sempat meroket namanya di Indonesia lewat sederetan lagu-lagu mereka. Jauh ke belakang lagi, nama aktor-penyanyi P Ramlee pun begitu akrab bagi kalangan masyarakat Melayu di Kepulauan Nusantara pada beberapa dekade lalu.

Bahkan, Indonesia dan Malaysia (belakangan juga melibatkan Brunei Darussalam) sudah menjalin kerja sama di bidang kebahasaan sejak 1972. Dengan titik berat pada penyamaan ejaan bahasa Melayu/Indonesia di kedua negara, serta ”menciptakan” istilah-istilah di bidang keilmuan, upaya untuk menjadikan bahasa Melayu/Indonesia sebagai bahasa internasional terus dipupuk.

Lewat lembaga kerja sama yang kemudian dinamakan Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) itu, sedikitnya 270.000 istilah keilmuan sudah disepakati. Hanya saja, upaya penyamaan ejaan dan ”penciptaan” istilah-istilah keilmuan itu praktis tak bergaung. Kenyataannya di setiap negara aspek kebahasaan dan peristilahan berkembang dengan arahnya sendiri.

Boleh jadi betul sinyalemen Tan Sri Dato’ Ismail Hussein, tokoh Melayu dari Gabungan Persatuan Penulis Nasional Malaysia (Gapena). Katanya, walaupun kedua bangsa ini telah 50 atau 60 tahun merdeka, tetapi masing-masing masih hidup dalam semangat nasionalisme yang kental.

”Demi dan atas nama nasionalisme kita membina wilayah sendiri dengan identitas sendiri. Negara-negara jiran lalu dilihat sebagai saingan, dan saingan itu menjadi sangat rumit apabila kita adalah sekeluarga, yang mewarisi banyak persamaan, terutama dari masa lampau,” ujar Tan Sri.

Padahal, kedua negara memiliki sejarah panjang sebagai bangsa serumpun. Adalah Raja Parameswara, atau kerap disebut sebagai Iskandar Syah (dalam kitab Sejarah Melayu disebut-sebut juga nama Sang Nila Utama), yang merupakan cikal bakal raja-raja Melayu. Parameswara adalah raja dari masa-masa akhir Sriwijaya yang hijrah dari Bukit Siguntang (baca: Palembang) dan membangun imperium di Melaka—setelah sebelumnya singgah selama beberapa tahun di Tumasik (Singapura)—pada akhir abad ke-14.

Dalam perkembangan lain, orang-orang Minangkabau menjelajah hingga menjadi raja di Negeri Sembilan, kelompok Bugis bertakhta di Johor, sementara orang Aceh banyak bermukim di Kedah dan Perak. Anak-cucu para perantau dari Kepulauan Nusantara ini lalu menetap dan menjadikan kawasan Tanah Semenanjung sebagai ”negeri baru” mereka, dan menjadi negara sendiri setelah setiap wilayah lepas dari cengkeraman pejajah: Inggris dan Belanda.

Hubungan sebagai bangsa serumpun itu terus dipupuk. Politik ”konfrontasi” pada era Presiden Sukarno pada 1960-an tak membuat kekerabatan itu hancur. Karya-karya sastra Indonesia masih jadi bacaan wajib di sekolah-sekolah di Tanah Semenanjung, juga di Sabah dan Sarawak. Guru-guru dari Indonesia pun didatangkan ke Malaysia.

Akan tetapi, sebagaimana diungkapkan Datuk Zainal Kling, guru besar dari Universitas Malaya, Malaysia, perkembangan politik dan hubungan kritikal antarnegara kemudian mematikan kemesraan itu. Keserumpunan berangsur-angsur berubah menjadi sekadar ungkapan. Masing-masing berjalan dengan ide dan semangat yang, kalau tak boleh dibilang berseberangan, tak saling mendukung.

Padahal, meminjam pernyataan Tan Sri Dato’ Ismail Hussein, ”Kalau saja Indonesia dan Malaysia ”digabungkan” tentulah merupakan dataran tamadun Melayu yang utama di Asia Tenggara. Malah bukan tidak mungkin di dunia!”