Saturday, March 1, 2008

INFORMATION of TROUBLE of KONEKSI INTERNET

INFORMATION of TROUBLE of KONEKSI INTERNET.

Pada tanggal 29 Februari 2008 sekitar pukul 03 WIB link backbone jalur Jakarta-Batam terputus akibat terkena pekerjaan fly-over di Palembang, sehingga sebagian koneksi internet ke situs luar negeri mengalami gangguan.

Para pekerja PT Telkom Kandatel Sumbagsel, memperbaiki jaringan Fiber Optic (FO) High Performance Back Bone (HPBB) yang rusak di depan Jalan Jenderal Sudirman Km 4,5 Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (29/2) sore. Kerusakan jaringan tersebut mengakibatkan internet di Sumatera sempat putus.
Layanan internet Telkom, khususnya untuk link global, sejak Jumat (29/2) terganggu. Gangguan itu berawal ketika Jumat pagi sekitar pukul 03 WIB, saat pengerjaan jalan layan (fly over) Simpang Polda, kota Palembang serat optik tergerus. Akibatnya, dua ruas jalur serat optik terputus yakni Tanjung Pandan - Tanjung Pakis dan Baturaja Prabumulih - Talang Kelapa. Gangguan itu dideteksi juga mengganggu jalur komunikasi di area Ring Jasuka (Jakarta-Tanjung Pandan-Pontianak-Batam-Pekanbaru-Palembang-Baturaja-Lampung-Jakarta).

Dengan kejadian itu, Telkom lalu mengalihkan trafik Internet melalui rute terestrial Jakarta-Lampung-Palembang-Pakanbaru-Dumai-Batam, yang kemudian juga terganggu. Sehingga Telkom berusaha secepatnya melakukan penyambungan pada jaringan yang terputus di lokasi tersebut. Bahkan, untuk mengatasi gangguan yang juga terjadi di bawah laut, Telkom telah mendatangkan pula kapal khusus dari Singapura.

Sebagian trafik kemudian dialihkan via satelit dan radio transmisi digital, konsekuensinya trafik internet yang bisa ditangani hanya sebesar 10 persen karena bandwidth, satelit dan radio trasmisi jauh di bawah serat optik. "Setelah bekerja keras jajaran Telkom akhirnya dapat melakukan pemulihan akses internet yang terputus. Kini akses internet normal kembali," kata Djadi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa frekuensi untuk backbone microwave layanan internet berkecepatan tinggi (Speedy) sebenarnya terbatas. Untuk itu, jajaran Telkom berharap pemerintah memberikan ijin penambahan frekuensi baru untuk menghindari dampak gangguan serupa terulang di waktu-waktu mendatang.
di
tertulis
"pukul 04.30 WIB link backbone jalur Jakarta-Batam
terputus"
sebenarnya mana yg benar sih? pukul 04.30WIB atau pukul 03
WIB???
Jaringan Global Lumpuh, Warnet Rugi

Buntut lumpuhnya akses internet global, sejak Jumat (29/2) pagi sekitar pukul 03 WIB, puluhan pengelola warung internet (warnet) di Kota Bandung, Jawa Barat, kehilangan pendapatan hingga 90 persen. Berdasarkan pantauan ANTARA, semua warnet di Kota Kembang itu tetap buka seperti biasanya, namun rata-rata sepi pengunjung. Sejumlah warnet bahkan memasang papan pengumuman "Maaf Jaringan Gangguan".

"Sebagian besar warnet pelanggan Speedy, sejak Jumat subuh praktis akses global lumpuh. Meski akses lokal tetap normal, pemakainya sedikit," kata Tono (34) salah seorang petugas warnet di Jalan Surapati Kota Bandung.

Ia menyebutkan, bila biasanya hingga pukul 16.00 WIB ia sudah bisa menghasilkan Rp 350.000-Rp 400.000, namun sejak Jumat pagi tidak sampai 10 persennya.

"Saya sudah bosan mengataka ’maaf gangguan jaringan’ kepada pengunjung yang datang, dari pagi hingga sore hari nggak juga ada kepastian kapan normal lagi," kata Rully, pengelola warnet lainnya di Jalan Buah Batu Bandung.

Para pengusaha warnet hanya bisa pasrah dengan gangguan jaringan yang terjadi sepanjang Jumat itu. Mereka berharap jaringan secepatnya pulih kembali sehingga tidak kehilangan peluang marema pengunjung pada akhir pekan.

"Kalau sampai Sabtu atau Minggu besok belum pulih, saya nggak tahu berapa kerugian yang akan kami alami," katanya.

Menyusul adanya gangguan jaringan untuk akses internet global, beberapa warnet yang menggunakan internet service provider (ISP) lain justru mengalami peningakatan jumlah pengunjung. Salah satunya warnet Cartoonet. Warnet itu sejak awal telah melakukan back up, selain menggunakan Speedy Telkom juga menyiapkan provider lain sebagai cadangan.
"Ada peningkatan pengunjung sekitar 50-60 persen dari hari-hari biasanya, bahkan harus mengantri karena CPU-nya terbatas," kata Wiwid, petugas di warnet itu.

Repotnya gangguan jaringan internet itu juga dirasakan oleh para mahasiswa dan para koresponden surat kabat ibukota di Bandung. Rata-rata para mahasiswa dan reporter berlangganan Speedy, sehingga mereka harus menggunakan akses jaringan lokal.
Akses Internet Global di Jatim Lumpuh

Akses internet global pelanggan Telkom di Jatim kini lumpuh menyusul putusnya jaringan akibat kecerobohan pembangunan jalan layang (flyover) yang kini sedang dilakukan di Palembang, Sumatera.

"Mohon maaf jika akses internet terganggu, karena link internet global di Palembang terganggu," kata Communication Manager Telkom Divre V Jatim, Djadi Soegiarto, di Surabaya, Jumat (29/2).

Menurut dia, jaringan akses internet di Palembang yang menghubungkan Palembang-Baturaja dan selanjutnya ke Singapura terputus akibat pengerjaan jalan layang di daerah setempat. Akibatnya, akses internet global dari Jatim dan juga daerah lain menjadi lumpuh. "Tapi, saat ini sudah ada upaya pengalihan. Mudah-mudahan segera normal kembali kendati kecepatannya berkurang," katanya.

Dengan terputusnya akses internet global tersebut maka pelanggan Speedy di Jatim yang mencapai 45 ribu dan 250 ribu pelanggan TelkomNet Instan di Jatim kini terganggu.

Djadi sangat menyayangkan kecerobohan yang dilakukan pihak pembangun jalan layang di Palembang yang ceroboh. Sebelum melakukan penggalian atau pengerjaan proyek, mestinya berkoordinasi dengan pihak terkait agar kejadian seperti itu tidak terjadi. "Sekali lagi, kami mohon maaf atas kejadian ini. Mudah-mudahan dalam dua jam kedepan sudah bisa dinormalkan kembali," katanya.
Telkom Alihkan Trafik Internet ke Satelit

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengalihkan sebagian trafik internet melalui satelit dan radio transmisi digital akibat terputusnya serat optic (fibre optic) di sejumlah lokasi di kota Palembang, Sumatera Selatan.

"Gangguan komunikasi internet terjadi di semua lokasi termasuk layanan seluler Telkomsel. Namun diharapkan hari ini juga dapat diselesaikan," kata Vice President Public & Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, di Jakarta, Jumat (19/2).

Gangguan komunikasi berawal pada Jumat pagi, pukul 03.50 WIB, saat pengerjaan fly over Simpang Polda, kota Palembang, serat optik tergerus sehingga mengakibatkan dua ruas jalur serat optik terputus yakni Tanjung Pandan-Tanjung Pakis dan Baturaja Prabumulih-Talang Kelapa.

Dideteksi juga gangguan terjadi di jalur komunikasi di area Ring Jasuka (Jakarta-Tanjung Pandan-Pontianak-Batam-Pekanbaru-Palembang-Baturaja-Lampung-Jakarta).

Menurut Eddy, Telkom lalu mengalihkan trafik Internet melalui rute terestrial Jakarta-Lampung-Palembang-Pakanbaru-Dumai-Batam, yang kemudian juga terganggu. "Kami sedang melakukan penyambungan pada jaringan yang terputus di lokasi tersebut, dan diharapkan selesai secepatnya," katanya.

Sedangkan untuk mengatasi gangguan yang juga terjadi di bawah laut, Telkom telah mendatangkan kapal khusus dari Singapura. Sebagian trafik dialihkan via satelit dan radio transmisi digital, konsekuensinya trafik internet yang bisa ditangani hanya sebesar 10 persen karena bandwidth, satelit dan radio trasmisi jauh di bawah serat optik.

Ia juga menjelaskan frekuensi untuk backbone microwave layanan internet berkecepatan tinggi (TelkomSpeedy) sebenarnya terbatas. Untuk itu lanjut Edi, pihaknya menghimbau kepada pemerintah agar memberikan izin penambahan frekuensi baru untuk menghindari dampak gangguan serupa terulang di waktu-waktu mendatang.

Langkah ini, menurutnya, akan sangat membantu menghindari dampak gangguan serupa di waktu-waktu mendatang.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, nama manajemen Telkom memohon maaf kepada seluruh pelanggan dan berharap gangguan bisa segera diatasi.

GM Corporate Communication Telkomsel Azis Fuedi mengatakan, komunikasi antar pelanggan Telkomsel di kota Palembang tidak mengalami gangguan, tapi untuk komunikasi internal antar kota seperti ke Jambi, Bengkulu dan kota-kota lain di Sumatera serta ke Jawa mengalami gangguan.

"Gangguan komunikasi juga terjadi pada sambungan telepon tetap, telepon tetap nirkabel (FWA)," katanya.

Jaringan Serat Optik di Palembang Mulai Pulih

INFORMASI PERBAIKAN KONEKSI INTERNET
01 Maret 2008 11:32:50 ( Sys Admin TSDC )
Jaringan serat optik di Palembang yang sempat terputus Jumat (29/2) akibat roda sebuah truk terperosok, sudah mulai normal kembali pada, Sabtu (1/3).

Petugas berhasil menyambung kabel yang berad di kedalaman sekitar 150 centimeter di dalam tanah. Kesulitan yang dihadapi adalah, keberadaan pipa PDAM dan juga pipa gas di atas kabel.
Apa ada ganti rugi untuk pelanggan?
Mengingat bahwa pelanggan speedy ada yg paket
Speedy Personal
Speedy Professional
Speedy Time Based

2 comments:

Anonymous said...

Iya tuh,
ganti rugi donk.

potongan harga 50%.

SETUJU...........

Anonymous said...

Setujuuuuuuuuuuuuu